Valentine dan Gereja

No Comments »

February 5th, 2010 Posted 8:31 pm

Dimuat di Kuasa Doa Vol. 4, No. 12, Februari 2010 Gereja tidak merayakan Valentine secara khusus meskipun di banyak Paroki diadakan berbagai acara OMK, KKMK dan sebagainya. Biasanya bertema seputar urusan percintaan. Tapi, seberapa jauh peran Gereja dalam berbagi kasih sayang? Sejak abad ke-14, perayaan atas wafatnya martir St. Valentinus tanpa sebab yang jelas berubah menjadi perayaan [...]

Bu Guru, Belajar Dong! (3)

14 Comments »

January 28th, 2010 Posted 5:45 pm

Lanjutan dari Bu Guru, Belajar Dong! (2).

Setelah kasus main salon-salonan yang berakibat Si Sulung jadi sasaran Bu Guru dan membuat kami orang tuanya menghadap ke Suster Kepala SD, beberapa hari kemudian memang Bu Guru sedikit membaik sikapnya. Kami mengira Bu Guru sudah berubah. Ternyata tidak!

Dua hari lalu, Si Sulung pulang dengan uring-uringan seperti sebelumnya. Apa lagi nih? Dia cuma sesenggukan.

“Kenapa, Nak?”

Si Sulung masih terus menangis. “Susah bilangnya, Bu…” Saking emosinya, pasti susah untuk cerita. Lama sampai akhirnya dia mau cerita.

“Buku Yla dilempar Bu Guru. Bukunya jatuh. Sampai terbuka…” wajahnya sungguh kecewa. Aku langsung naik pitam. Guru ini habis ditegur kok malah main lempar-lemparan? Apa sih masalahnya? Sungguh bukan pendidik!

Read the rest of this entry »

Kepada Yth. Ibu Guru

16 Comments »

January 25th, 2010 Posted 11:00 am

Ini adalah surat yang kami sampaikan pada Ibu Guru dalam artikel Bu Guru, Belajar Dong! (2). Surat ini sudah saya sunting.

Kepada Yth.

Ibu Guru

Wali Kelas 1B

Dengan hormat,

Kami, orang tua Mikayla Karissa Denel kelas 1B, menyatakan keberatan atas tindakan Ibu Guru terhadap Mikayla kemarin siang. Tindakan Ibu Guru untuk “menanyai” Mikayla dengan cara tersebut sangat tidak arif. Mikayla tidak diberi kesempatan untuk menceritakan seluruh kejadiannya. Menanyai anak dengan suara keras dengan penekanan penuh, pertanyaan yang “terarah” dan wajah yang sangat dekat (hanya sejengkal) dari wajah Mikayla tentu membuatnya tertekan. Dalam keadaan tertekan, siapapun akan mengakui hal yang tidak dilakukannya asal terbebas dari tekanan.

Saya memang tidak melihat kejadiannya. Mikayla bercerita bahwa ia menggunting rambutnya SENDIRI, lalu Si A meminjam gunting dan ikut menggunting rambutnya sendiri juga. Baru kemudian Si B meminjam gunting untuk menggunting rambut Si C. Kalaupun ketiganya sudah ditanyai, lalu Si B dan Si C menyatakan Mikayla yang berbuat, dalam hal ini kesaksiannya saya sangsikan. Para “tersangka” sangat tidak valid keterangannya sebagai saksi. Bagaimanapun, tidak ada orang yang mau disalahkan. Sangat manusiawi kalau semuanya tidak mau mengakui kebenaran. Yang seharusnya menjadi saksi adalah murid lain yang melihat, bukan Si B dan Si C.

Read the rest of this entry »

Bu Guru, Belajar Dong! (2)

27 Comments »

January 25th, 2010 Posted 8:00 am

Surat yang kami sampaikan pada Ibu Guru ada di Kepada Yth. Ibu Guru

Setelah satu semester aku dan Si Ayah cukup bersabar dengan pola pendidikan Bu Guru di sekolah Si Sulung, akhirnya kesabaran kami menipis juga.  Sebetulnya, kemurkaan ini menjadi klimaks pada sebuah kejadian yang sangat tidak menyenangkan. Supaya lebih paham duduk perkaranya, aku akan menceritakannya dari asal-muasalnya dulu.

Bu Guru ini tahun lalu masih mengajar di TK, tapi tidak pernah mengajar Si Sulung. Tahun ini mulai mengajar di SD. Naik kasta ceritanya. Ketika Si Sulung duduk di TK B, ada sebuah kejadian yang meninggalkan luka dalam di hatinya. Mei 2009, lagi seru-serunya panitia Pelepasan TK B di Sekolah. Tentu saja para Ibu beserta anak-anaknya setiap hari ngepos di Sekolah mengurus ini-itu, termasuk aku. Bahkan Si Bungsu juga ikut ngepos padahal belum sekolah.

Read the rest of this entry »

Membuat Topi Natal bersama Ayah

8 Comments »

January 12th, 2010 Posted 9:25 pm

Sambungan dari Merangkai Bunga bersama Ibu

Hari Kegiatan Ayah dan Anak diadakan berbarengan dengan Pesta Natal, Sabtu 9 Januari 2010 di TKK Sang Timur.

“Mau bikin apa, Nak?” Si Ayah kebingungan karena dapat surat dari sekolah baru hari Kamis.
“Bikin topi Rudolf ya, Yah!” Si Bungsu semangat bener.
Gimana caranya?

Si Ayah cuma beli kertas kado motif, kertas kopi memang ada banyak di rumah buat bungkus kiriman buku. Apalagi? Udah itu doang!

Si Ayah juga ngintip beberapa situs kreativitas anak-anak buat ide bikin topi.
“Mau bikin topi apa sih?” Aku penasaran juga.
“Gak tau. Lihat aja besok.”
Waduh! Pasrah bener?

Sebelum mulai, aku cuma bisa bilang, “Yang bagus ya, Yah!”
“Ya…”

Berhubung Si Bungsu lagi ga fit, jadi ya lemes-lemes gimana gitu lah. Kayak apa kreasi Si Ayah the graphic designer? Beda sendiri dari SEMUA peserta deh! Untung Si Bungsu mau aja didandani hehehe…

Juara gak ya? Tunggu pengumumannya tgl 2 Februari 2010 pas ulang tahun Yayasan Sang Timur.

Foto lengkapnya bisa dilihat di sini.

To Infinity and Beyond… Vol. II (eps. Kembali Waras, Kembali Cerdas)

No Comments »

January 5th, 2010 Posted 4:52 am

(lanjutan dari To Infinity and Beyond… Vol. II (eps. Jahat, Bodoh, Primitif)) Kembali Waras, Kembali Cerdas “I’ll be home for Christmas” itu harus dibuat monumentalnya. Tahap pertama, “nodong” Romo Pakdhe – seorang sahabat baikku – untuk Sakramen Tobat. Urusan mengakui dosa campur curhat itu membuatnya terkaget-kaget. Setidaknya, beberapa kali ia menunjukkan ekspresi terperangah dan geleng-geleng tak habis [...]

To Infinity and Beyond… Vol. II (eps. Jahat, Bodoh, Primitif)

No Comments »

January 4th, 2010 Posted 9:16 pm

Tuhan bekerja dengan berbagai macam cara, termasuk cara yang jauh di luar akal sehat kita. Dengan penuh keyakinan aku mengatakan, “Seandainya aku tidak mengalami segala kejahatan dan kebodohan ini, belum tentu segala yang indah ini kurasakan hari ini. Rasanya seperti melewati lubang jarum!” Perkawinan, tentu saja tidak semudah dan seindah prosesi janji perkawinan yang diadakan pada [...]

Bandung, Pernikahan

No Comments »

December 22nd, 2009 Posted 5:08 pm

Kamis, 17 Desember 2009. Anak-anak terima rapor. Libur telah tiba. Hore… hore… hore… Ke Bandung sebenernya sudah tidak masuk kategori berlibur karena ada banyak tujuan. Mulai dari nengok Mama Mertua sampai jadi umat abangan di Keuskupan Bandung, semua bisa. Kalau lepas kangen sama teman-teman di Bandung termasuk liburan ya bisa juga. Yang jelas, sering ke Bandung [...]

Sahabatmu Bukan Sahabatku, atau Kamu Bukan Sahabatku?

No Comments »

December 7th, 2009 Posted 2:42 pm

Beberapa waktu lagi aku baru saja “berantem” dengan seorang sahabat. Paling tidak, sampai detik berantem itu, aku masih menganggap kami bersahabat. Kenapa aku menggunakan kata “berantem”? Untuk menunjukkan bahwa yang diributkan memang kemudian jadi gak mutu. Urusan penghargaan sebagai sahabat jadi terkubur dengan prinsip “urusan masing-masing”. Semua manusia pasti punya jejaring sahabat sendiri kan? Tidak mesti [...]

Surat untuk Sahabat Pena (3)

No Comments »

December 4th, 2009 Posted 12:17 pm

Duhai sahabat gue yang diberkati Tuhan, Gue sangat berduka, sepeninggal pertemuan itu lu malah jatuh sakit. Lu bilang, waktu kita ketemu lu sudah gejala sakit. Kenapa gak bilang? Lu tau gak, rasanya blingsatan begitu beberapa hari kemudian  lu bilang kalo lu sakit. Suara lu lemah banget. Gue gak bisa bantu apa-apa. Gue gak bisa terbang ke [...]