Aku Marah di Hadapan Altar-Nya
Setelah bertahun-tahun tidak lagi rutin ke gereja, hari Minggu kemarin aku ke gereja. Aku bukan orang yang bisa menyambut Ekaristi dalam keadaan marah dan benci. Aku marah, aku benci, aku terluka. Urusan domestik yang tak kunjung terselesaikan selama empat tahun terakhir sungguh mengganggu stabilitas mental dan jiwa yang akhirnya berpengaruh pada ketahanan fisikku. Sakit-sakitan, lebih [...]Tags: Doa, Gereja, Harapan, Kasih, Keluarga, Luka Batin, Maaf, Si Ayah, Syukur
This entry was posted on Monday, October 19th, 2009 at 9:27 am and is filed under Aku Marah di Hadapan Altar-Nya. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.






