<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Bu Guru, Belajar Dong!</title>
	<atom:link href="http://thedenels.via-lattea.org/bu-guru-belajar-dong/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://thedenels.via-lattea.org/bu-guru-belajar-dong</link>
	<description>.danny.lini.mikayla.gavryel.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 07:17:54 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: the De.N.eL.s</title>
		<link>http://thedenels.via-lattea.org/bu-guru-belajar-dong/comment-page-1#comment-275</link>
		<dc:creator>the De.N.eL.s</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 09:29:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://thedenels.via-lattea.org/?p=377#comment-275</guid>
		<description>@ Max: capek deehh... :(
@ Felicia: yoee... :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Max: capek deehh&#8230; <img src='http://thedenels.via-lattea.org/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /><br />
@ Felicia: yoee&#8230; <img src='http://thedenels.via-lattea.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: felicia yin</title>
		<link>http://thedenels.via-lattea.org/bu-guru-belajar-dong/comment-page-1#comment-271</link>
		<dc:creator>felicia yin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 08:17:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://thedenels.via-lattea.org/?p=377#comment-271</guid>
		<description>weiii... kalo gua yg ngalamin kyk gt??? hmmm...mending pindah sekolah deehhh... ;p</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>weiii&#8230; kalo gua yg ngalamin kyk gt??? hmmm&#8230;mending pindah sekolah deehhh&#8230; ;p</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Max</title>
		<link>http://thedenels.via-lattea.org/bu-guru-belajar-dong/comment-page-1#comment-269</link>
		<dc:creator>Max</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 07:17:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://thedenels.via-lattea.org/?p=377#comment-269</guid>
		<description>Bu Lini, bu gurunya terlalu teks book kali. Jadi apa yang tidak tertulis di kunci jawaban yang dari penerbit itu dianggap salah. Yeah, begitulah kualitas sebagian guru-guru sekolah di republik ini... Kepala sekolahnya perlu diigatin tuh. Malu-maluin saja. Sekolah katolik pula... :(</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bu Lini, bu gurunya terlalu teks book kali. Jadi apa yang tidak tertulis di kunci jawaban yang dari penerbit itu dianggap salah. Yeah, begitulah kualitas sebagian guru-guru sekolah di republik ini&#8230; Kepala sekolahnya perlu diigatin tuh. Malu-maluin saja. Sekolah katolik pula&#8230; <img src='http://thedenels.via-lattea.org/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: the De.N.eL.s</title>
		<link>http://thedenels.via-lattea.org/bu-guru-belajar-dong/comment-page-1#comment-87</link>
		<dc:creator>the De.N.eL.s</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Sep 2009 09:16:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://thedenels.via-lattea.org/?p=377#comment-87</guid>
		<description>@ Pavo: sami2 :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Pavo: sami2 <img src='http://thedenels.via-lattea.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Pavo</title>
		<link>http://thedenels.via-lattea.org/bu-guru-belajar-dong/comment-page-1#comment-84</link>
		<dc:creator>Pavo</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Sep 2009 13:33:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://thedenels.via-lattea.org/?p=377#comment-84</guid>
		<description>Wah kalo ini pengalaman nyataku waktu anakku kelas 2 smp Lin, hehehehe..... Thanks story nya.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah kalo ini pengalaman nyataku waktu anakku kelas 2 smp Lin, hehehehe&#8230;.. Thanks story nya&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: the De.N.eL.s</title>
		<link>http://thedenels.via-lattea.org/bu-guru-belajar-dong/comment-page-1#comment-82</link>
		<dc:creator>the De.N.eL.s</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Sep 2009 09:36:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://thedenels.via-lattea.org/?p=377#comment-82</guid>
		<description>@ Dewi: miris ya? :)
@ Tante Grace: iya dong, Tante...
@ Bertha: konsisten ya Cie? hehehe
@ Renny: jadi mbulet... semua ikut bingung :D
@ Yenny: bawaan ngidam kli? hehehe
@ Doel: padahal baru aja beberapa waktu lalu diberikan seminar oleh seorang Bruder (aku ga hadir, yg hadir Si Ayah). tapi mungkin Si Bu Guru Agama ga hadir jadi ga mudeng? hehehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Dewi: miris ya? <img src='http://thedenels.via-lattea.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
@ Tante Grace: iya dong, Tante&#8230;<br />
@ Bertha: konsisten ya Cie? hehehe<br />
@ Renny: jadi mbulet&#8230; semua ikut bingung <img src='http://thedenels.via-lattea.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
@ Yenny: bawaan ngidam kli? hehehe<br />
@ Doel: padahal baru aja beberapa waktu lalu diberikan seminar oleh seorang Bruder (aku ga hadir, yg hadir Si Ayah). tapi mungkin Si Bu Guru Agama ga hadir jadi ga mudeng? hehehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Doel</title>
		<link>http://thedenels.via-lattea.org/bu-guru-belajar-dong/comment-page-1#comment-81</link>
		<dc:creator>Doel</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Sep 2009 09:01:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://thedenels.via-lattea.org/?p=377#comment-81</guid>
		<description>Dear Lini,

What a pity! Next day, you must choose &quot;the good school&quot; (good learning community)for your beloved kids. 

&quot;Non scholae sed vitae discere&quot; adalah semboyan yang sangat bagus bagi guru dan orang tua. Semboyan itu artinya &quot;Belajar bukan untuk sekolah tetapi untuk hidup&quot;. Dengan kata lain, belajar bukan untuk mendapat nilai (angka/rangking) tetapi supaya nantinya bisa hidup lebih baik. Angka dan rengking sering dijadikan tujuan, bahkan ketika anak tidak bisa masuk rengking 10 besar, lalu seolah gagal segalanya. Nilai raport dan rangking tidak pernah bisa dijadikan jaminan untuk meminjam uang di Bank, tetapi sekolah menekankan itu.

Sekolah yang baik lebih mengutamakan pembangunan martabat anak, mengafirmasi kebisaan anak, sekecil apa pun, seperti dilakukan seorang Tino Sidin. Pada dasarnya semua anak itu genius. Tetapi, ketika mulai sekolah, lalu orang tua, guru dan kawan-kawannya saling menguburkan kegeniusan ini. 

Seharusnya jika sekolah itu mempunyai guru yang dilengkapi soft ware mendidik yang benar, guru itu akan menanggapi demikian, &quot;Benar jawabanmu Si Cantik. Yang berkokok itu memang ayam, dan kokok ayam yang nyaring dan terdengar dari jauh itu ayam jantan atau betina? Hayo siapa bisa menjawab?&quot; Jawab anak, &quot;Ayam jantan Bu Baik Hati&quot;. &quot;Hohoho ... Mawar sayang, benar sekali jawabanmu&quot;, begitu afirmasi seorang guru yang sungguh-sungguh membangun martabat anak, selalu mengembangkan optimisme anak-anak yang mengelilinginya.

Keprihatinan dunia pendidikan dewasa ini adalah mengabaikan pembangunan martabat manusia. Sekolah sudah berubah menjadi &quot;Pabrik Gema&quot;. Maka, pilihkan anak-anak kita di sebuah sekolah yang baik. Apa kriteria sekolah yang baik? &quot;Sekolah yang membawa anak-anak supaya tahu segala hal sesuai usianya (learn to know), supaya mampu melakukan hal-hal penting dan baik (learn to do), supaya bisa menjadi sesuai mimpi yang ingin diwujudkan (learn to be), dan supaya bisa hidup bersama dalam berbagai keragaman (learn to live together)&quot;, itu semestinya menjadi kriteria minimal.

Debat kusir dengan gurunya tidak ada gunanya (Guru itu &#039;tidak boleh salah&#039; dan tidak membutuhkan masukan berharga dari orang lain sebab guru sudah seperti Tuhan maha tahu, atau malah seperti setan?) Mungkin akan lebih baik memberi tawaran short seminar untuk guru seputar soft ware seorang guru yang baik.

That&#039;s all Lini. GBU!

Your regard
Doel</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Lini,</p>
<p>What a pity! Next day, you must choose &#8220;the good school&#8221; (good learning community)for your beloved kids. </p>
<p>&#8220;Non scholae sed vitae discere&#8221; adalah semboyan yang sangat bagus bagi guru dan orang tua. Semboyan itu artinya &#8220;Belajar bukan untuk sekolah tetapi untuk hidup&#8221;. Dengan kata lain, belajar bukan untuk mendapat nilai (angka/rangking) tetapi supaya nantinya bisa hidup lebih baik. Angka dan rengking sering dijadikan tujuan, bahkan ketika anak tidak bisa masuk rengking 10 besar, lalu seolah gagal segalanya. Nilai raport dan rangking tidak pernah bisa dijadikan jaminan untuk meminjam uang di Bank, tetapi sekolah menekankan itu.</p>
<p>Sekolah yang baik lebih mengutamakan pembangunan martabat anak, mengafirmasi kebisaan anak, sekecil apa pun, seperti dilakukan seorang Tino Sidin. Pada dasarnya semua anak itu genius. Tetapi, ketika mulai sekolah, lalu orang tua, guru dan kawan-kawannya saling menguburkan kegeniusan ini. </p>
<p>Seharusnya jika sekolah itu mempunyai guru yang dilengkapi soft ware mendidik yang benar, guru itu akan menanggapi demikian, &#8220;Benar jawabanmu Si Cantik. Yang berkokok itu memang ayam, dan kokok ayam yang nyaring dan terdengar dari jauh itu ayam jantan atau betina? Hayo siapa bisa menjawab?&#8221; Jawab anak, &#8220;Ayam jantan Bu Baik Hati&#8221;. &#8220;Hohoho &#8230; Mawar sayang, benar sekali jawabanmu&#8221;, begitu afirmasi seorang guru yang sungguh-sungguh membangun martabat anak, selalu mengembangkan optimisme anak-anak yang mengelilinginya.</p>
<p>Keprihatinan dunia pendidikan dewasa ini adalah mengabaikan pembangunan martabat manusia. Sekolah sudah berubah menjadi &#8220;Pabrik Gema&#8221;. Maka, pilihkan anak-anak kita di sebuah sekolah yang baik. Apa kriteria sekolah yang baik? &#8220;Sekolah yang membawa anak-anak supaya tahu segala hal sesuai usianya (learn to know), supaya mampu melakukan hal-hal penting dan baik (learn to do), supaya bisa menjadi sesuai mimpi yang ingin diwujudkan (learn to be), dan supaya bisa hidup bersama dalam berbagai keragaman (learn to live together)&#8221;, itu semestinya menjadi kriteria minimal.</p>
<p>Debat kusir dengan gurunya tidak ada gunanya (Guru itu &#8216;tidak boleh salah&#8217; dan tidak membutuhkan masukan berharga dari orang lain sebab guru sudah seperti Tuhan maha tahu, atau malah seperti setan?) Mungkin akan lebih baik memberi tawaran short seminar untuk guru seputar soft ware seorang guru yang baik.</p>
<p>That&#8217;s all Lini. GBU!</p>
<p>Your regard<br />
Doel</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yenny</title>
		<link>http://thedenels.via-lattea.org/bu-guru-belajar-dong/comment-page-1#comment-80</link>
		<dc:creator>Yenny</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2009 13:13:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://thedenels.via-lattea.org/?p=377#comment-80</guid>
		<description>Itu Bu Gurunya aja yang dodol.
Sependek ingatanku, guru di sekolah anakku ngga gitu-gitu amat deh kalau ulangan.
Apalagi guru Agama Katholiknya.. jawaban apapun dibenarkan kog, asal masuk akal dan memang benar ..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Itu Bu Gurunya aja yang dodol.<br />
Sependek ingatanku, guru di sekolah anakku ngga gitu-gitu amat deh kalau ulangan.<br />
Apalagi guru Agama Katholiknya.. jawaban apapun dibenarkan kog, asal masuk akal dan memang benar ..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Renny Bernadetta</title>
		<link>http://thedenels.via-lattea.org/bu-guru-belajar-dong/comment-page-1#comment-78</link>
		<dc:creator>Renny Bernadetta</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2009 02:42:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://thedenels.via-lattea.org/?p=377#comment-78</guid>
		<description>Wah, ini yang pintar anaknya, mbak. Sebenarnya guru-guru sekarang harus bisa ikut perkembangan anak. Anak sekarang jauh bgt dengan kita dulu soal cara berpikir cara mengungkapkan cara segalanya deh...Ilmu soal tumbuh kembang anak pun baru masuk di Indonesia. Sarjana lulusan spesialis itu pun masih sedikit di Indonesia. Nah guru2 di Indonesia sepertinya masih statis...perkembangan yang diajarkan ya seperti apa yang mereka dapat dari yang mereka pelajari. Sementara Imu tentang apapun itu dinamis....

hehehehehe...mungkin lebih baik, memindahkan sekolah anak ke sekolah yang lebih atau ke sekolah yang lebih bisa menjadikan si anak &quot;Makin Pintar&quot;. Pemberian/talenta Tuhan si anak Pintar/unggulan, sudah pintar dan tugas sekolah menjadikannya tambah pintar..heheheh bukan tambaha bingung. Sekolah sekarang, jarang bisa mengahasilkan anak jadi Pintar. Yang ada, anak Pintar/unggulan sekolah ditempat yang muridnya tak bisa diajak unggul...anak unggulan malah jadi bingung....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, ini yang pintar anaknya, mbak. Sebenarnya guru-guru sekarang harus bisa ikut perkembangan anak. Anak sekarang jauh bgt dengan kita dulu soal cara berpikir cara mengungkapkan cara segalanya deh&#8230;Ilmu soal tumbuh kembang anak pun baru masuk di Indonesia. Sarjana lulusan spesialis itu pun masih sedikit di Indonesia. Nah guru2 di Indonesia sepertinya masih statis&#8230;perkembangan yang diajarkan ya seperti apa yang mereka dapat dari yang mereka pelajari. Sementara Imu tentang apapun itu dinamis&#8230;.</p>
<p>hehehehehe&#8230;mungkin lebih baik, memindahkan sekolah anak ke sekolah yang lebih atau ke sekolah yang lebih bisa menjadikan si anak &#8220;Makin Pintar&#8221;. Pemberian/talenta Tuhan si anak Pintar/unggulan, sudah pintar dan tugas sekolah menjadikannya tambah pintar..heheheh bukan tambaha bingung. Sekolah sekarang, jarang bisa mengahasilkan anak jadi Pintar. Yang ada, anak Pintar/unggulan sekolah ditempat yang muridnya tak bisa diajak unggul&#8230;anak unggulan malah jadi bingung&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Bertha</title>
		<link>http://thedenels.via-lattea.org/bu-guru-belajar-dong/comment-page-1#comment-77</link>
		<dc:creator>Bertha</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 16:03:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://thedenels.via-lattea.org/?p=377#comment-77</guid>
		<description>dari jaman dahulu kala  (hehehe) guru selalu benar kali, kalau dia bilang oh ya saya salah maap lah wibawanya mana..... jadi mau ga mau anak2 kita terpaksa kudu diajarin menyimak kata2 guru.
anak2ku dulu juga kalo diajarin dengan cara ato bahasa beda (maksudnya dari gurunya) pasti dgn nada protes bilang : kata bu/pa guru begini...yah begitu lah kenyataannya.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dari jaman dahulu kala  (hehehe) guru selalu benar kali, kalau dia bilang oh ya saya salah maap lah wibawanya mana&#8230;.. jadi mau ga mau anak2 kita terpaksa kudu diajarin menyimak kata2 guru.<br />
anak2ku dulu juga kalo diajarin dengan cara ato bahasa beda (maksudnya dari gurunya) pasti dgn nada protes bilang : kata bu/pa guru begini&#8230;yah begitu lah kenyataannya&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

