Hancur!! Hancur!!

Semalam. Perjalanan menuju dokter gigi dekat rumah dari Kelapa Gading bersama Si Sulung dan Si Bungsu. Sengaja tunggu agak malam supaya tidak menemui kemacetan.

Karena radio tape sudah tidak mampu lagi memutar kaset, hanya bisa radio dengan penangkapan sinyal yang peka dan suara jernih, maka dipasanglah semacam flashdisk adapter (FM transmitter) yang menghubungkan flashdisk ke radio dengan dicolokkan ke lubang tempat pemantik api. Cara kerjanya gelombang radio di adapter itu dicocokkan dengan radio di gelombang yang kosong tidak ada stasiun radio. Saking pekanya radio itu, di saluran kosong pun kadang sering terkontaminasi bunyi-bunyian dari stasiun radio antah-berantah.

Semalam kontaminasi suara itu sungguh menghibur sepanjang perjalanan. Di tengah lagu Linkin Park “What I’ve Done” dari film Transformers, tiba-tiba terdengar suara menggelegar, “Hancur!!” Sedetik kemudian beralih lagi ke lagu itu yang kebetulan berada di bagian instrumental (apa namanya bridge? Yang pasti bukan chorus atau verse). Detik berikutnya terdengar lagi, “Hancur!!” Detik berikutnya lagi kembali ke lagu. Ketika ketiga kalinya terdengar suara si Ibu Pendeta berkata lantang, “Haleluya!!” dan berulang lagi detik berikutnya kembali ke lagu. Begitu berulang-ulang selama sekitar 5-6 kali. “Hancur!!” Lagu. “Hancur!!”. Lagu. “Haleluya!!” Lagu. “Hancur!!” Lagu. “Hancur!!”. Lagu. “Haleluya!!” Kalau dihitung seksama setiap dua kali kata “hancur” yang terdengar disambung dengan satu kali kata “Haleluya”.

Dengan imajinasi keluarga yang liar dan turun-temurun, aku dan anak-anak spontan tertawa terbahak-bahak. Musiknya yang “keras” dan nge-rock sangat mendukung khotbah Ibu Pendeta itu. Gayanya memang mirip dengan seorang Ibu Pendeta yang sering muncul di layar kaca. Berapi-api.

Si Bungsu yang memang imitator jenaka langsung bergaya bak orator mahasiswa yang jadi pahlawan kesiangan, “Hancur!! Hancur!! Haleluya!!” Tangannya diangkat sedemikian rupa sehingga sungguh mirip orator mahasiswa demonstran ketimbang Pendeta. Begitu terus menerus diulangnya sampai tidak terasa lucu lagi.

Sudah tawar kelucuannya, baru Si Sulung membahas, “Yang hancur apa, Bu?”

Tertarik dengan yang ini?

Tags: ,

This entry was posted on Thursday, October 8th, 2009 at 8:27 am and is filed under Hancur!! Hancur!!. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

9 Responses to “Hancur!! Hancur!!”

  1. shinta mirandass
    10:13 am on October 8th, 2009

    WWkkkk…kkkk….lucu banget kalau bisa dengar langsung…akibat kontaminasi suara….malah jadi lucu, tapi ga karuan..he he

  2. Tante Grace
    10:37 am on October 8th, 2009

    Sedih ya, dijaman seperti ini masih ada org spt itu . . emangnya Tuhan yg dia sembah tidak hancur hati melihat umatnya sengsara . . . . .huuuuuuuhhhhhhhhh tanduk naik jadinya. Biar mereka tau juga tuh bagaimana sengsaranya mereka yg jadi korban . . .mulai ketularan main tuhan-tuhanan . . . .mea kulpa mea maxima kulpa.

  3. the De.N.eL.s
    11:56 am on October 8th, 2009

    @ Grace: jadi inget lagu “Mea Culpa” lupa yg nyanyi sapa :D

  4. the De.N.eL.s
    11:57 am on October 8th, 2009

    @ Shinta: hihi iya. tuh tadi diulang2 lagi sama anak2 wekekek

  5. Giacinta Hanna
    12:40 pm on October 8th, 2009

    ha ha ha,…………kebayang deh liat tingkah si bungsu waktu itu. Spontanitas anak2 selalu bikin gemes.

  6. the De.N.eL.s
    12:43 pm on October 8th, 2009

    @ Hana: emmbbeerr hehehe

  7. fekhi
    6:16 am on October 9th, 2009

    kirain lagu haleluyah-nya si handle lagi diplesetin hihihi

  8. the De.N.eL.s
    6:41 am on October 9th, 2009

    @ Femi: wah ini gw ktinggalan berita… namanya ganti jadi Handle ya bukan Handel? wkwkwk

  9. anita
    8:41 pm on October 12th, 2009

    wakkakakakakakakkakaka

Leave a Reply





XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>