Mengutip bukan Menjiplak

Karya orang bagus maka layak untuk di-copy paste. Ok, itu masuk akal.
Meng-copy paste secara utuh tulisan tanpa pencantuman sumber dan/atau tanpa ijin, ok itu juga masih bisa aku tolerir.
Meng-copy paste tulisan dengan sedkit modifikasi lalu dibubuhi nama “penulis baru”, itu namanya menjiplak.
Lalu, seperti apa etika pengutipan yang baik dan sopan?

Institusi/individu yang ksatria selalu meminta ijin dan menyantumkan sumber tulisan berikut nama penulisnya. Tulisan yang di-copy paste utuh, persis sama seperti aslinya meskipun hanya satu paragraf. Tidak dimodifikasi sedikitpun.
Itu cara pengutipan yang baik.

Bagaimana kalau tulisan kita terlanjur di-copy paste orang?
Kalau tulisannya utuh tanpa nama penulis/sumber: tinggalkan komentar di blognya dengan baik-baik. Aku biasa meninggalkan pesan, “Terima kasih sudah memuat tulisan saya. Artikel aslinya ada di http….” Biasanya dengan cara ini, pemilik blog malah gak enak hati lalu meminta maaf karena telah meng-copy paste.
Kalau tulisannya utuh dengan nama penulis: ya sudah, biarkan saja. Toh pembaca lain juga tahu penulis aslinya tertera di situ.
Kalau tulisannya dimodifikasi atau dibubuhi nama “penulis baru”: usut dengan bantuan search engine seperti paman gugel. Cari siapa pemilik blog dan no telp-nya. Hubungi baik-baik. Beri alternatif pada pemilik blog: kembalikan seperti aslinya dan permintaan maaf tertulis atau buang. Kalau tidak mempan, muat di blog Anda sendiri dan kirim ke media massa.

Semoga teman-teman semakin paham bagaimana menjadi “penjiplak” yang baik.
Memasukkan tulisan orang lain secara utuh berikut sumber dan nama penulis aslinya ke dalam media sendiri bukan menjiplak, tapi mengutip karena berbagai alasan.

Selamat mengutip dengan baik dan sopan!

Tips untuk copy-paste dari imel/blog:
Yakinkan bahwa itu sumber aslinya. Gunakan fasilitas paman gugel. Jangan sampai imel yang diterima ternyata bukan karyanya. Nanti Anda yang disangka plagiat.

Tips untuk memuat kritik:
Hindari penjelekkan nama baik. Beberkan fakta, bukan perasaan. Baca ulang tulisan Anda 2-3 kali. Be objective.

Tulisan ini saya buat atas keprihatinan pada tindakan SDIT Darul Abidin yang dengan semena-mena meng-copy paste tulisan saya kemudian dimodifikasi sedikit sehingga merasa berhak menjadi tulisannya yang dimuat di http://lensadarbi.blogspot.com/2009/07/hari-anak-nasional-2009.html

Bagaimana artikel saya dijiplak ada di
http://yuknulis.com/g-lini-hanafiah/mental-pendidikan-plagiat
http://lini.via-lattea.org/mental-pendidikan-plagiat
http://thedenels.via-lattea.org/mental-pendidikan-plagiat



Tertarik dengan yang ini?

Tags: , , ,

This entry was posted on Sunday, August 9th, 2009 at 7:29 am and is filed under Mengutip bukan Menjiplak. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

2 Responses to “Mengutip bukan Menjiplak”

  1. Astrid
    11:16 am on December 10th, 2009

    Hi, salam kenal
    Blognya bagus.Buat sendiri? Wow…
    Btw, utk menghindari plagiat/org yg meng-copy tulisan di blog kita, ada plug in nya kok khusus utk wordpress (saya juga pake plug-in itu). Namanya WP-copy protect.
    Coba aja. Orang pasti ga bisa meng-copy content yg ada di Blog.
    Nice to know you

    Regards,
    Astrid

  2. the De.N.eL.s
    6:22 am on December 14th, 2009

    @ Astrid: terima kasih banyak infonya. nanti dipakai deh :)

Leave a Reply





XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>