Mental Pendidikan Plagiat

Karena sudah Surat Permohonan Maaf yang layak dimuat di http://lensadarbi.blogspot.com/2009/08/surat-untuk-ibu-g-lini-hanafiah_15.html, maka atrikel ini saya edit.

Siang tadi, iseng-iseng aku buka www.copyscape.com. Sebuah layanan situs yang bisa mendeteksi apakah blog kita dikopi orang. Biasanya, hasil yang keluar ya dari blogku juga atau dari www.yuknulis.com, blog yang aku bangun untuk mewadahi teman-teman penulis pemula. Begitu keluar hasilnya dari blog lain, aku pikir memang “dipinjam”, karena aku sering mengalami begitu. Isi di-copy paste. Utuh, tidak kurang tidak lebih. Biasanya, setelah aku beri komentar, mereka minta ijin baik-baik. Lagipula, mereka tidak membubuhkan nama mereka seolah-olah itu adalah karya mereka.

Tapi ini berbeda. Judul aslinya “Aku Tidak Bodoh, Ma” diganti dengan “Hari Anak Nasional 2009″, gambar Si Sulung dan Si Bungsu diganti dengan clipart seorang gadis kecil berjilbab, lalu diberi nama penulisnya “Adie Adrie“. Seketika kepalaku terasa panas, badan gemetar menahan emosi. Kenapa begini?

Aku teliti blog itu. Milik sebuah lembaga pendidikan. Tidak ada profil pemilik blog. Hanya tertera “Diposkan oleh XXX“. XXX? Siapa itu? Tidak ada tanda-tanda bisa menghubungi pemilik blog itu. Aku coba buka paman gugel. Ada web resmi dari sekolah itu. Aku coba kontak ke webmaster@XXX.com. Balasan yang aku terima adalah “Failure Delivery”. Aku coba masukkan komentar di post itu. Harus menunggu persetujuan pemilik blog. Aku coba untuk memasukkan di shoutbox yang ada. Berhasil. Lumayan.

Aku ambil gambar screenshot-nya. Aku masukkan di page bukuku www.facebook.com/MyLifeIsAnOpenBook dan page Yuk Nulis! www.facebook.com/YukNulis dengan keterangan bahwa itulah screenshot versi jiplakan.

Terlepas dari pernyataan dua sahabat baikku, “Lihat sisi positifnya, kamu layak untuk dijiplak karena karyamu bagus. Kamu harus belajar untuk sebal karena dijiplak dan diberi komentar miring.” Tetap saja aku emosi. Kenapa harus diganti judulnya? Kenapa harus diganti gambarnya, gambar kedua anakku hendak berangkat sekolah di hari pertama tahun ajaran ini? Kenapa harus dibubuhi nama penulis “Adie Adrie”?

Ini adalah blog milik sekolah, seperti yang tertera pada tagline-nya “Pengikat Hati Penyambung Silaturrahmi Sekolah dan Orang Tua”. Jika blog tidak resmi milik sekolah saja menjiplak, bagaimana murid-muridnya?
Apakah hanya dengan menambahkan 1 kalimat dari sekian banyak kata kemudian membuat kita boleh menyatakan bahwa itu menjadi hak milik?
Jangan berteriak-teriak soal mental dan pendidikan, jika teriakan Anda sendiri adalah jiplakan!

Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.
Semoga Anda pelaku plagiat ingat itu.

Tulisan ini saya muat di
http://lini.via-lattea.org
http://thedenels.via-lattea.org
www.yuknulis.com
www.facebook.com/MyLifeIsAnOpenBook
www.facebook.com/YukNulis

Besok perjuangan akan dilanjutkan dengan mencari alamat dan no. telp pihak sekolah. Mudah-mudahan sekolahnya sungguh nyata.

Notes:

  • Jika Anda baru masuk blognya, akan ada pop-up message berbunyi “Kepada Seluruh Pegunjung Blog Mohon Doa Untuk Sukses SERTIFIKASI GURU dan Sukses AKREDITASI SEKOLAH 2009  Semoga Hasilnya Memuaskan, KEPADA SISWA- SISWI SELAMAT DATANG KEMBALI DI XXX… SEMOGA SENYUM KAN SELALU TERKEMBANG… AMIIN.. Terimakasih”
  • Tipikal copy-paste: paragraf yang tidak rapi
  • Tidak adanya profil pemilik blog. Apakah identitasnya tidak ingin diketahui?

Komentar:
Posting ini sengaja saya publikasikan lagi dengan pertimbangan:

  • Pemulihan nama baik tidak dilakukan dengan kesungguhan. Pemuatan surat permohonan maaf di blog XXX dimuat setelah saya minta, karena pihak XXX keberatan dengan artikel “Mental Pendidikan Plagiat“.
  • Surat dari XXX dari sisi hukum tidak tergolong Surat Permohonan Maaf di mana seharusnya ada unsur mengakui kesalahan dan permohonan maaf, bukan sekadar penjelasan. Dalam surat tersebut juga disebutkan “…yang dapat menyebarkan fitnah yang lebih luas…” Menjadi fitnah jika tidak sesuai kenyataan dan tidak disertai bukti.
  • Pihak XXX mengaku meng-copy paste dari sebuah imel, tetapi tidak dapat menunjukkan bukti imel tersebut. Maka saya menyatakan sebagai tindakan gegabah mengakui sebuah artikel adalah hasil karya pengirim imel.
  • Saya tidak menyebarkan fitnah, tetapi fakta. Melalui Surat dari XXX  masalah sudah terklarifikasi. Sehingga saya tetap mempublikasikan artikel ini.

Tertarik dengan yang ini?

Tags: , , ,

This entry was posted on Thursday, August 6th, 2009 at 7:54 pm and is filed under Mental Pendidikan Plagiat. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

2 Responses to “Mental Pendidikan Plagiat”

  1. Mengutip bukan Menjiplak
    1:54 pm on August 7th, 2009
  2. Yuk Nulis! » Blog Archive » Mengutip bukan Menjiplak
    1:54 pm on August 7th, 2009

Leave a Reply





XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>