Review: ILP

  • Tempatnya bagus dan menarik.
  • Ada fasilitas hotspot.
  • Ada fasilitas ruang multimedia. Anak-anak bisa main internet di situ.
  • Anak-anak  dilatih untuk berani berbicara dengan aktif.
  • Kurikulumnya kurang bagus.
  • Grammar yang diajarkan tidak jelas dan tidak mapan. Kapan apostrophe s (‘s) digunakan dengan maksud apa. Misalnya: “Lini’s cooking”. Dalam hal ini berarti “Lini is cooking” atau “Lini was cooking” atau “Lini’s cooking” (masakan Lini). Yang terjadi adalah Si Sulung menuliskannya “My name Mikayla’s”.
  • Guru yang tidak akomodatif. Ketika saya mengajukan keberatan tentang penyingkatan itu dan menanyakan kapan disingkat kapan dipanjangkan, jawabannya adalah “tergantung handout”. Artinya murid ILP yang harus beradaptasi, bukan ILP mendukung metode sekolah.

Tentu lebih mudah pindah tempat kursus daripada pindah sekolah.

Tertarik dengan yang ini?

Tags:

This entry was posted on Tuesday, September 1st, 2009 at 6:45 pm and is filed under Review: ILP. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply





XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>