Review: Kekacauan Administrasi Gramedia Majalah
Pada 7 Juli 2008, pertama kali saya berlangganan majalah Jalan Sesama yang franchise-nya dipegang oleh Gramedia Majalah. Saat itu saya berlangganan untuk periode satu tahun, Mei 2008 – Mei 2009. Saat itu tidak ada yang aneh, semua biasa saja, berjalan normal.
Pada 8 Juni 2009, saya melakukan perpanjangan langganan. Sama seperti tahun sebelumnya, bukti transfer lewat i-banking BCA saya lampirkan di imel perpanjangan langganan tersebut.

Besoknya pada 9 Juni 2009, saya mendapat konfirmasi bahwa data sudah diterima dengan baik dan akan segera di-follow up. Petugas yang membalas imel tersebut membubuhkan “Lera” di bawah imelnya (apakah ini namanya? Entah!).

Waktu berlalu tanpa saya sadari. Pada tanggal 1 September 2009, saya diingatkan anak-anak kenapa majalahnya tidak juga datang. saya bongkar semua imel dari ulj@gramedia-majalah.com. Memang tidak ada kabar. Lalu saya menanyakan status berlangganan saya. Saya tekankan bahwa saya tunggu konfirmasinya dalam 24 jam. Saya sudah rugi 3 bulan!
Besoknya tanggal 2 September 2009, saya dihubungi pihak ULJ Gramedia Majalah. Pernyataannya sungguh menggelikan. “Maaf Bu, ternyata belum di-input.” HAH?? jadi 3 bulan pelanggan bisa terlunta-lunta? Ya ampun!!
“Ok, kalau begitu, saya minta refund saja.”
“Tidak mau pindah ke majalah lainnya, Bu?”
“Tidak, terima kasih!”
Saya diminta untuk menunggu. Tanggal 7 September 2009, refund yang saya minta belum juga saya terima. Saya mengirimkan imel lagi. Lagi-lagi saya minta konfirmasi dalam waktu 24 jam.

Tanggal 8 September 2009, saya mendapat balasan. Isinya adalah mohon kesabaran saya sekali lagi, data untuk refund dana telah masuk ke kasir kami dan sedang dalam proses ditunggu dalam 3-5 hari kedepan. Dibubuhi kata “Lera”. Maka diperkirakan bahwa tanggal 13 September 2009 seharusnya sudah saya terima.

Tanggal 17 September 2009, saya menelepon ULJ Gramedia Majalah. Pagi itu saya menanyakan lagi perihal pengembalian uang itu. Jawabannya tidak kalah menggelikan dari yang pertama. “Maaf Bu, ternyata tidak bisa 3-5 hari prosesnya.”
“Ok, kenapa saya tidak dikabari?”
“Mungkin lupa…” LUPA? LUPA???
“Anda bagian ULJ digaji untuk mengurus pelanggan. Bagaimana bisa LUPA??? Saya sudah rugi 3 bulan, masih harus menunggu 3-5 hari yang sampai hari ini sudah 12 hari. Gimana kalau gantian pihak ULJ Gramedia Majalah yang menungggu?? Tidak enak sekali jadi pelanggan yang hanya bisa pasrah dengan dalih LUPA!!”
Saya tegur dengan keras pihak ULJ Gramedia Majalah. “Saya minta bicara dengan managernya! Saya juga jurnalis, jangan main-main dengan pelanggan!”
Saya ngotot minta no hp Pak Budi sebagai Manager tapi tidak dikasi. Alasannya, nanti Pak Budi yang akan menghubungi saya.
Satu jam kemudian, saya ditelepon lagi. “Jika Ibu minta hari ini juga, silakan Ibu datang ke Kantor. Jika besok akan ditransfer.”
“Ya, besok saya tunggu transfernya lewat BCA.”
Tanggal 18 September 2009, pagi itu saya ditelp pihak ULJ Gramedia Majalah bahwa sudah dilakukan transfer lewat m-banking BCA, maka seharusnya siang itu sudah bisa masuk. Sampai sore menjelang malam tidak juga ada tanda-tanda dana yang masuk. Sementara, bukti transfernya tidak juga kelihatan.
Pihak ULJ Gramedia Majalah boleh saja berpikir bahwa mereka terselamatkan oleh momen libur Lebaran. Lebaran memang soal minta maaf, tapi kerugian atas tidak profesionalnya sebuah institusi tidak lunas serta merta dengan kata maaf. Bagaimana jika saya yang menggunakan kata maaf sebagai pembenaran tanpa ganti rugi? Apakah juga bisa diterima?
Saya sangat tidak menyarankan menggunakan layanan ULJ Gramedia Majalah. Kedua petugas yang melayani saya membubuhkan kata “Lera” dan “Nyla” di bawah imelnya. Mungkin itu nama kedua petugas. Yang jelas, setiap kali telepon saya minta disambungkan dengan kedua nama itu dan berakhir dengan pembicaraan dengan seorang petugas perempuan.
Tertarik dengan yang ini?
Tags: Review
This entry was posted on Sunday, September 20th, 2009 at 5:51 pm and is filed under Review: Kekacauan Administrasi Gramedia Majalah. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.








8:21 pm on September 20th, 2009
Huehehehe ….. apes aja lo Lin ….
Udah dari taon brapa ya, 3-4thn lalu kayaknya.
Gw langganan XYKids! n Princess trus blkgan ganti Girls nggak pernah masalah tu …
eh pernah sekali, tp gw yg transfernya telat (katanya), sehingga gag keburu utk edisi yg langsung lanjutannya. Jadi mundur 1 bln, tapi edisi trakhirnya juga mundur, jadi gag masalah.
Stau gw salesnya di Layan Jual itu customer based, maksudnya 1 org pegang beberapa cust. Soalnya yg ngubungin gw tiap mau abis masa perpanjangan orgnya dia2 juga. Tapi gw lupa namanya … bukan 2 yg lo sebut itu sih pastinya.
9:03 pm on September 20th, 2009
di tulis saja di media massa ( he he, kompas??)atau media lainnya yg oplagnya nmr 2 setelah kompas…kok, ga profesional ya, perusahaan sebesar itu dan ternama?
11:02 pm on September 20th, 2009
Ga bisa ngomong. Posisi kita sebagai konsumen lemah di republik ini. Media massa dan pemerintahan masih lebih banyak berpihak pada kaum kuat dan berpunya, a.l. perusahaan2 tsb.
Hati2 saja deh klo langganan2 begituan, sering2 dicek jadi klo mereka meleng sedikit langsung kita sentak. IMHO karena sudah telat 3 bulan jadi mau gimana lagi, mereka juga sulit melacaknya, harus bongkar data2 lama lagi. Inilah payahnya perusahaan2 Indonesia, tergantung sama IT setengah2, infrastruktur fisik siap, tapi brainware-nya (orang yg menjalankan) tidak siap, atau softwarenya yg tidak efektif, sama saja boong. Manajerial amburadul, karyawan2 diminta rangkap2 banyak tugas, tapi kompensasi tidak diperhatikan. Budaya perusahaan tidak diarahkan dengan baik, para top manager memberikan kebijakan dan teladan buruk sehingga merusak seluruh sistem organisasi. Slogan good governance harusnya berlaku bagi semua institusi, mulai dari pemerintahan, perusahaan besar, sampai toko kelontong, pedagang bakso, depot & warung semua harusnya ada sense of good governance.
4:17 pm on September 21st, 2009
@ Intan: iye kali
4:18 pm on September 21st, 2009
@ Shinta: udah kukirim tulisan ini ke imel ulj@gramedia-majalah.com hehehe… blm tau selanjutnya, liat responnya abis lebaran
4:20 pm on September 21st, 2009
@ Christian: yg sempat dijadikan alasan adalah petugas yg ngurus data input waktu itu udah resign. halah, ga mutu banget!
ya mo gimana lagi?
8:15 am on September 24th, 2009
Gramedia, yang punya nama, aja kayak gini.
Apalagi penerbit lainnya.
Pelanggan … selalu jadi korbannya.
Sabar … sabar….
9:08 am on September 24th, 2009
@ Pras: sabar… subur…