Surat untuk Sahabat Pena
Hei… Butuh waktu beberapa jenak untukku menulis ini untukmu. Aku harus meredakan sesak dan mataku yang basah. Ketika aku menulis ini, pasti kamu sudah terlelap. Mataku masih basah sedikit. Tiba-tiba saja malam menjelang dini hari ini aku teringat kamu. Tepat beberapa saat sebelum aku tidur. Aku “nonton film” kamu lagi. Biasanya yang muncul hanya adegan kita duduk [...]Tags: Doa, Harapan, Kasih, Luka Batin, Malaikat, Motivasi, Surat, Syukur
This entry was posted on Friday, October 30th, 2009 at 4:14 am and is filed under Surat untuk Sahabat Pena. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.



