Posts Tagged ‘Cinta’
(lanjutan dari To Infinity and Beyond… Vol. II (eps. Jahat, Bodoh, Primitif))
Kembali Waras, Kembali Cerdas
“I’ll be home for Christmas” itu harus dibuat monumentalnya. Tahap pertama, “nodong” Romo Pakdhe – seorang sahabat baikku – untuk Sakramen Tobat. Urusan mengakui dosa campur curhat itu membuatnya terkaget-kaget. Setidaknya, beberapa kali ia menunjukkan ekspresi terperangah dan geleng-geleng tak habis [...]
Tags: Bandung, Buku My Life is An Open Book, Cinta, Doa, Harapan, Kasih, Keluarga, Luka Batin, Perjalanan, Si Ayah, Si Ibu, the De.N.eL.s, To Infinity and Beyond
Posted in To Infinity and Beyond
Tuhan bekerja dengan berbagai macam cara, termasuk cara yang jauh di luar akal sehat kita. Dengan penuh keyakinan aku mengatakan, “Seandainya aku tidak mengalami segala kejahatan dan kebodohan ini, belum tentu segala yang indah ini kurasakan hari ini. Rasanya seperti melewati lubang jarum!”
Perkawinan, tentu saja tidak semudah dan seindah prosesi janji perkawinan yang diadakan pada [...]
Tags: Bandung, Buku My Life is An Open Book, Cinta, Doa, Harapan, Kasih, Keluarga, Luka Batin, Perjalanan, Si Ayah, Si Ibu, the De.N.eL.s, To Infinity and Beyond
Posted in To Infinity and Beyond, To Infinity and Beyond… Vol. II (eps. Jahat-Bodoh-Primitif)
Kamu melukis kita
Duduk di atas rumput di tepi danau
Di hadapan mentari senja
Di sampingnya ada rantang berisi makanan
Diberi catatan: Agar tidak kelaparan!
Sambil memelototi sketsamu
Kamu membuat jus mangga ajaib
Resep a la seorang Sarjana Teknik Kimia
Dengan campuran jeruk nipis, bawang putih, dan garam
Diberi catatan: Jangan dicoba, rasanya gak karuan!
Apakah untuk melukis rindumu
Kamu perlu mabuk minuman mengerikan itu?
Membayangkannya saja [...]
*Silakan membaca sambil bernyanyi atau berdansa.
Ponsel Riri melantunkan “Ndherek Dewi Maria”. Itu dia! Telepon dari Ray. Hanya telepon dari Ray yang berbunyi begitu. Sambil tetap menatap ke jalan dengan tangan kanan memegang setir, tangan kirinya mengaduk-aduk isi tas. “Duh, di mana sih ponselku!” Ponsel itu tak menggubris gerutu Riri, terus saja melantunkannya.
nDhèrèk Dewi Maria, tamtu [...]