Posts Tagged ‘Emak’

Kenapa Aku Sipit, Bu?

No Comments »

June 19th, 2009 Posted 6:12 pm

Anak-anak, sering kali pemikirannya membuat kita takjub. Pertanyaannya membuat kita bingung harus menjawab apa. Begitu pertanyaan terlontar dari mulut mungilnya, kita serasa disengat lebah. Kaget, heran, tak bisa berpikir cepat.

“Kenapa aku sipit, Bu?” Kudengar sayup-sayup suara Si Sulung dari kamar. Kupikir dia sedang asyik nonton video Pentas Seni kemarin.
“Yla ngomong sama Ibu, Nak?” Aku yang di depan komputer menghampiri ke kamar.
“Iya. Kenapa mataku sipit, Bu?”
???
Hang.
Bingung.

Gak cukup kata menggambarkan perasaanku saat itu. Berpikir-pikir bagaimana menjelaskannya ya? Mati aku!

(more…)

“Mudik” ke Borromeus: 2 Minggu

No Comments »

January 5th, 2009 Posted 4:43 pm

Selama 2 minggu kmaren aku “mudik” ke Borromeus. Ngapain? Nemenin Mama Mertua. Berangkat tgl 22 bertiga sama anak2, Si Ayah nyusul tgl 24 nunggu majalahnya kelar. Toh gak kelar juga, tapi karna surat cuti sudah di tangan ya tinggal aja…

Mama Mertua penderita diabetes, ada luka di kakinya. Awalnya sederhana, kakinya yang sering kapalan diguntingi padahal Si Emak punya penyakit diabetes. Karna diguntingi, artinya kan luka meskipun ga berdarah. Jadinya kulit telapak jempol kakinya bolong. Karena tidak berdarah dan tidak pedih, dianggapnya tidak luka. Dari luar memang bolong kecil, dalamnya siapa tahu?

(more…)

Ketika Berkah Bapa Uskup Mampir ke Borromeus

No Comments »

December 18th, 2008 Posted 11:54 am

Mo Puja & Mom Tjiok @ Borromeus

Mom Tjiok, Si Emak, sakit. Awalnya sederhana, kakinya yang sering kapalan diguntingi padahal Si Emak punya penyakit diabetes. Karna diguntingi, artinya kan luka meskipun ga berdarah. Jadinya kulit telapak jempol kakinya bolong. Nah lukanya itu beberapa bulan lalu bengkak dan Emak sempat mondok sebentar di Borromeus, lalu rawat jalan.Memang sejak itu, Emak yang hidupnya di dapur harus memperban jempol kakinya supaya tidak masuk kotoran.

(more…)

Kel. Oey Tjiok Nio

No Comments »

November 5th, 2008 Posted 4:29 am

Atas: Wahyudi (Didi) – Anak, Adam – Menantu, Danny – Anak
Tengah: Ling Ling – Menantu, Mamah Oey Tjiok Nio, Ida – Anak, Lini – Menantu
Bawah: Indra (anak Ida), Gavryel (anak Danny), Aaron (Anak Wahyudi), Mikayla (anak Danny), Michelle (anak Wahyudi), Ezra (anak Ida)

We love you, Emak!

No Comments »

May 30th, 2007 Posted 2:39 am

Jangan menilai sebuah buku dari sampulnya.
But it happened.
Cucu mampu meluluhkan hati seorang nenek.
It happens.
Dengan segala kebesaran hati, kekuatan doa dan kesabaran,
mampu meluluhkan hati yang keras.
Seperti ombak yang mampu mengikis batu karang.
Kasihmu tak terkatakan.
Cukup melalui perbuatan.
Dan itu sangat berarti untuk kami semua…

“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan
dalam hati mereka.”

Save Our Traditions

No Comments »

January 4th, 2007 Posted 5:12 am

Sebagai anak kota, saya tidak punya kebiasaan atau tradisi keluarga berbudaya lokal. Apalagi saya tidak familiar dengan budaya asal Papa-Mama, Batak. Kadang saya sendiri suka merasa bukan orang Batak karena tidak paham tradisi. Saya juga tidak punya kampung, jadi tidak pernah mudik dan tidak pernah merasakan nikmatnya mudik.

Lebih dari sekadar budaya lokal, tradisi keluarga saya juga rasanya tidak ada. Tidak satupun yang membuat suatu momen istimewa terasa kurang lengkap jika tidak melakukan tradisi.

(more…)