Posts Tagged ‘Gerundelan’
Sahabatmu Bukan Sahabatku, atau Kamu Bukan Sahabatku?
No Comments »
Beberapa waktu lagi aku baru saja “berantem” dengan seorang sahabat. Paling tidak, sampai detik berantem itu, aku masih menganggap kami bersahabat. Kenapa aku menggunakan kata “berantem”? Untuk menunjukkan bahwa yang diributkan memang kemudian jadi gak mutu. Urusan penghargaan sebagai sahabat jadi terkubur dengan prinsip “urusan masing-masing”.
Semua manusia pasti punya jejaring sahabat sendiri kan? Tidak mesti [...]December 7th, 2009 Posted 2:42 pm
Tags: Buku My Life is An Open Book, Curhat, Etika, Gerundelan, Kasih, Luka Batin, Maaf, Sahabat
Posted in Sahabatmu Bukan Sahabatku atau Kamu Bukan Sahabatku?
Pengasingan
No Comments »
Sebuah pengasingan
Entah sebuah kegiatan
Atau sebuah keadaan
Tidak menjamin keterasingan
Dan ketenangan
Justru jadi keriuhan
Yang memuakkan
Tertarik dengan yang ini?07/12/09 -- Sahabatmu Bukan Sahabatku, atau Kamu Bukan Sahabatku? (24)18/11/09 -- Hujan di Yogya (4)18/11/09 -- Ngapain ke Yogya? (8)12/11/09 -- Tempat Kosong Itu Untukmu (38)15/10/09 -- Macet Bukan Karena Si Komo Lewat (8)14/10/09 -- Telepon: Nyambung dan Salah Sambung (21)14/10/09 [...]November 18th, 2009 Posted 9:42 pm
Tags: Curhat, Gerundelan, Luka Batin, Puisi
Posted in Pengasingan
Hujan di Yogya
No Comments »
Yogya basah
Hujan, bukan gerimis
Tetesnya tidak mampu mengalahkan tangis
Yang kering dan basah menjadi siklus
Tak mampu membasuh luka
Yang justru makin lebar menganga
Tawa yang harusnya di sini
Menjadi lara sendiri
Tertarik dengan yang ini?18/11/09 -- Pengasingan (8)07/12/09 -- Sahabatmu Bukan Sahabatku, atau Kamu Bukan Sahabatku? (19)18/11/09 -- Ngapain ke Yogya? (8)14/10/09 -- Telepon: Nyambung dan Salah Sambung (21)14/10/09 -- Pertemuan [...]
November 18th, 2009 Posted 9:34 pm
Tags: Curhat, Gerundelan, Luka Batin, Puisi
Posted in Hujan di Yogya
Ngapain ke Yogya?
No Comments »
Banyak sekali yang bertanya, “Ngapain ke Yogya?”
Jawabanku selalu sama, “Mengasingkan diri. Cari oksigen.”
Tak penting alasan dan tujuanku ke kota ini. Yang menarik adalah berbagai dugaan yang muncul dan khotbah yang berkumandang.
“Pulanglah, kamu bertanggung jawab atas anak-anakmu.”
Betapapun piciknya ide bahwa seorang Ibu yang bertanggung jawab tidak boleh meninggalkan anaknya dan anggapan jadi Ibu yang sinting karena [...]
November 18th, 2009 Posted 8:35 pm
Tags: Curhat, Gerundelan, Luka Batin
Posted in Ngapain ke Yogya?
Tempat Kosong Itu Untukmu
No Comments »
Kemarin, aku misa di sebuah tempat yang disebut-sebut sebagai salah satu pusat penyembuhan. Sekadar pingin tahu seperti apakah misa yang konon kabarnya bisa menyembuhkan orang itu. Tempat yang membuat beberapa orang – termasuk orang terdekatku – mengatakan, “Kamu harus ke sana! Cobain deh sekali aja!” Mirisnya, dari semua yang bilang begitu tak satupun bilang, “Nanti [...]
November 12th, 2009 Posted 5:24 pm
Tags: Doa, Gereja, Gerundelan, Luka Batin
Posted in Tempat Kosong Itu Untukmu
Macet Bukan Karena Si Komo Lewat
No Comments »
Pagi ini, sebagai bagian dari rutinitas, aku berangkat menuju sekolah anak-anak. Di sebuah bundaran sebelum gerbang besar kompleks, para pengendara terlihat semrawut tak karuan. Bingung mau ambil jalan yang mana. Ternyata, ada sebuah acara bernuansa keagamaan di klub olah raga situ. Aku berusaha mengikuti petunjuk dari petugas yang ada. Bukan marka jalan yang dipasang, malah [...]
October 15th, 2009 Posted 12:24 am
Tags: Gerundelan
Posted in Macet Bukan Karena Si Komo Lewat



