Posts Tagged ‘Kasih’

Na, Jaga Diri Lu (2)

No Comments »

June 30th, 2010 Posted 7:26 pm

Sambungan dari Na, Jaga Diri Lu Aku masih bengong di ruang medical check up sebuah rumah sakit mewah di barat Jakarta. Sudah dua jam berlalu. Kulirik jam tanganku, jam 1 siang. Pff… masih satu jam lagi diambil darah terakhir. Aku bukan sakit, mumpung dapat voucher gratis seharga satu juta, rugi kalau dilewatkan. Sekalian cari tahu [...]

Butuh Jatuh Untuk Bangkit

No Comments »

April 8th, 2010 Posted 9:02 am

Suatu hari, aku berbincang dengan seseorang yang cukup dekat denganku tapi lama sekali tidak ketemu. Terakhir kudengar kabarnya ia masuk bui. “Apa kabar, Kak?” sapanya melalui layanan pesan instan malam itu. “Hai! Apa kabar kamu?” tak terkira gembiranya aku mendapat kabar darinya lagi. “Baik, Kak.” Mungkin ia di sana sedang tersipu malu. “Di mana kamu?” “Di rumah.” “Ke mana aja? Kok [...]

Na, Jaga Diri Lu

No Comments »

March 26th, 2010 Posted 10:42 am

Panggil saja dia Nana. Teman sebangkuku ketika duduk di kelas 3 SMP, 19 tahun lalu. Saat itu kami sama-sama tidak populer. Rumah kami tidak terlalu jauh tapi jarak rumah kami ke sekolah jauh. Aku tinggal di Menteng Pulo—yang mendadak populer karena Barry alias Obama kecil tinggal di sana—dan Nana tinggal di Menteng Dalam. Awalnya Nana [...]

To Infinity and Beyond… Vol. II (eps. Kembali Waras, Kembali Cerdas)

No Comments »

January 5th, 2010 Posted 4:52 am

(lanjutan dari To Infinity and Beyond… Vol. II (eps. Jahat, Bodoh, Primitif)) Kembali Waras, Kembali Cerdas “I’ll be home for Christmas” itu harus dibuat monumentalnya. Tahap pertama, “nodong” Romo Pakdhe – seorang sahabat baikku – untuk Sakramen Tobat. Urusan mengakui dosa campur curhat itu membuatnya terkaget-kaget. Setidaknya, beberapa kali ia menunjukkan ekspresi terperangah dan geleng-geleng tak habis [...]

To Infinity and Beyond… Vol. II (eps. Jahat, Bodoh, Primitif)

No Comments »

January 4th, 2010 Posted 9:16 pm

Tuhan bekerja dengan berbagai macam cara, termasuk cara yang jauh di luar akal sehat kita. Dengan penuh keyakinan aku mengatakan, “Seandainya aku tidak mengalami segala kejahatan dan kebodohan ini, belum tentu segala yang indah ini kurasakan hari ini. Rasanya seperti melewati lubang jarum!” Perkawinan, tentu saja tidak semudah dan seindah prosesi janji perkawinan yang diadakan pada [...]

Sahabatmu Bukan Sahabatku, atau Kamu Bukan Sahabatku?

No Comments »

December 7th, 2009 Posted 2:42 pm

Beberapa waktu lagi aku baru saja “berantem” dengan seorang sahabat. Paling tidak, sampai detik berantem itu, aku masih menganggap kami bersahabat. Kenapa aku menggunakan kata “berantem”? Untuk menunjukkan bahwa yang diributkan memang kemudian jadi gak mutu. Urusan penghargaan sebagai sahabat jadi terkubur dengan prinsip “urusan masing-masing”. Semua manusia pasti punya jejaring sahabat sendiri kan? Tidak mesti [...]

Surat untuk Sahabat Pena (3)

No Comments »

December 4th, 2009 Posted 12:17 pm

Duhai sahabat gue yang diberkati Tuhan, Gue sangat berduka, sepeninggal pertemuan itu lu malah jatuh sakit. Lu bilang, waktu kita ketemu lu sudah gejala sakit. Kenapa gak bilang? Lu tau gak, rasanya blingsatan begitu beberapa hari kemudian  lu bilang kalo lu sakit. Suara lu lemah banget. Gue gak bisa bantu apa-apa. Gue gak bisa terbang ke [...]

Natal, Selalu Istimewa

No Comments »

November 30th, 2009 Posted 11:14 pm

Dimuat di Kuasa Doa Vol. 4, No. 10, Desember 2009 Natal, selalu menjadi hal sentimentil buatku. Natal pertamaku tahun 2002 Singkat cerita, saat itu aku baru saja dibaptis. Pengantin baru yang memiliki janin berusia tiga bulan di rahimku. Dengan kondisi mual-dan-muntah-selalu, tidak mungkin aku merasakan Misa Malam Natal. Sejak dulu memang aku suka sekali dengan suasana Natal yang [...]

Di Mana?

No Comments »

November 6th, 2009 Posted 10:59 pm

Saat pertama kalinya aku tahu hendak ada di mana Saat kamu tidak tahu akan ada di mana Di situlah kita Bersama Dalam riuh dan senyap Begitulah. Dibacakan pada suatu malam yang baru menjelang… Tertarik dengan yang ini?07/11/09 -- Antara Jus Mangga dan Rantang (2)03/11/09 -- Hadiah Puisi dari Seorang Sahabat (0)06/11/09 -- Surat untuk Sahabat Pena (2) (8)30/10/09 -- Surat untuk Sahabat [...]

Tags: ,
Posted in Di Mana?

Hadiah Puisi dari Seorang Sahabat

18 Comments »

November 3rd, 2009 Posted 8:15 am

Tuhan Yesus,

kami masih bersatu, ya Tuhan yang pengasih,
dan kami bersyukur, terutama kepada Engkau,
dan kepada satu sama lain, untuk kesempatan istimewa
dan kebahagiaan dari tahun-tahun kami bersama.
Kami tahu bahwa bukanlah pesona kami,
atau kehebatan dan tekad kami, melainkan karena
anugerahMulah hingga kami boleh merayakan
hari ulang tahun pernikahan kami ini.

(more…)

Aku Marah di Hadapan Altar-Nya

No Comments »

October 19th, 2009 Posted 9:27 am

Setelah bertahun-tahun tidak lagi rutin ke gereja, hari Minggu kemarin aku ke gereja. Aku bukan orang yang bisa menyambut Ekaristi dalam keadaan marah dan benci. Aku marah, aku benci, aku terluka. Urusan domestik yang tak kunjung terselesaikan selama empat tahun terakhir sungguh mengganggu stabilitas mental dan jiwa yang akhirnya berpengaruh pada ketahanan fisikku. Sakit-sakitan, lebih [...]

Ibu, Inilah Anakmu

No Comments »

September 29th, 2009 Posted 12:19 pm

Dimuat di Majalah Kuasa Doa Vol. 4, No. 8, Oktober 2009 Sudah lama aku tidak merasakan kehangatan seorang Ibu. Sudah tujuh tahun sejak aku meninggalkan rumah Mama. Di mulai ketika aku pindah keyakinan dan memilih jodohku sendiri sehingga aku harus meninggalkan rumah. Kangen? Tidak juga. Aku memang anak yang tidak baik dan tidak berbakti sampai aku [...]

Lebaran Terakhirku

No Comments »

September 21st, 2009 Posted 5:20 pm

Jumat malam lalu sepulang dari Kelapa Gading menuju rumah di Harapan Indah, Bekasi, aku mengamati kemacetan yang dipenuhi pemudik bermotor. Jalur Jl. Raya Bekasi  dan Jl. Raya Kalimalang sudah pasti dipenuhi pemudik bermotor. Bahkan persimpangan masuk gerbang komplek rumah dipasangi tanda “Jalur Pantura”. Para pemudik itu dapat dikenali dengan khas: membawa tas besar atau kardus yang [...]

Tidak Ada Anak Haram

No Comments »

September 15th, 2009 Posted 4:24 pm

Beberapa hari lalu, salah satu teman Nuliser menulis tentang Ibundanya Sheila Marcia. Tulisan itu mengingatkan kita betapa kasih Ibu sepanjang jalan. Aku bukan ingin membahas Ibundanya Sheila, tapi Sheila itu sendiri. Sebagai orang yang senasib, aku paham betul bagaimana rasanya menjadi Ibu lebih cepat dari seharusnya. Kalau boleh dibilang, aku jauh lebih beruntung karena umurku saat [...]

Mengecil Di Antara Yang Membesar

No Comments »

September 2nd, 2009 Posted 9:18 am

Pak dan Bu Kasur. Tokoh lain yang selalu menginspirasi. Mereka konsisten untuk menjadi Guru TK,  guru pertama bagi para siswanya. Mereka selalu ceria, mengajar bernyanyi dan bercerita. Kebetulan mereka adalah teman baik Opung dan Nenek. Pak dan Bu Kasur, dua orang yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri di dunia pendidikan anak-anak. Kenapa anak TK, bukan anak [...]

Semangat Pak Tino Sidin

No Comments »

August 24th, 2009 Posted 7:20 pm

Bagi mereka yang berusia 30 tahun ke atas pasti ingat sosok Pak Tino Sidin. Bersahaja dengan topi khasnya, berkaca mata besar dengan tangkai plastik hitam, gigi yang tak beraturan menghiasi senyum sumringahnya, berambut ikal, kebapakan sekali. Pak Tino Sidin selalu membawakan acara Gemar Menggambar di TVRI era 1980an. Satu hal yang tidak bisa dilupakan dari seorang [...]