Posts Tagged ‘Si Ayah’
Drama Lain dari Sebuah Kompetisi
April 14th, 2010 Posted 11:43 am
Jakarta Junior Robotics Competition 2010
Robotics Education Center (REC)
Setelah latihan keras selama dua bulan dan super intensif selama dua minggu, akhirnya tiba juga waktunya. Ajang kompetisi terbesar yang pernah diikuti Si Sulung dan Si Bungsu, apalagi cakupannya nasional (ada peserta dari Pekanbaru juga lho!). Sejak anak-anak menjadi outschooler (terdaftar di sekolah konvensional tapi mengikuti program homeschooling), ajang ini menjadi sangat penting. Ini akan masuk ke “rapor” berbentuk jurnal mereka. Deg-degan, pasrah, gugup, panik, semua jadi satu.
Gavryel Griffin Denel dengan nomor peserta 67 terdaftar dalam kategori Mozaic 1D (usia 4-5 tahun) bersaing dengan 16 peserta.
Mikayla Karissa Denel dengan nomor peserta 120 terdaftar dalam kategori Mozaic 3D (usia 6-7 tahun) bersaing dengan 23 peserta.
Ada lagi kategori juara favorit berdasarkan polling SMS yang dikirimkan dengan hadiah ponsel.
Tags: Homeschooling, Pendidikan, Robotik, Si Ayah, Si Bungsu, Si Ibu, Si Sulung, Syukur, the De.N.eL.s
Posted in Drama dari Sebuah Kompetisi
Membuat Topi Natal bersama Ayah
January 12th, 2010 Posted 9:25 pm
Sambungan dari Merangkai Bunga bersama Ibu
Hari Kegiatan Ayah dan Anak diadakan berbarengan dengan Pesta Natal, Sabtu 9 Januari 2010 di TKK Sang Timur.
“Mau bikin apa, Nak?” Si Ayah kebingungan karena dapat surat dari sekolah baru hari Kamis.
“Bikin topi Rudolf ya, Yah!” Si Bungsu semangat bener.
Gimana caranya?
Si Ayah cuma beli kertas kado motif, kertas kopi memang ada banyak di rumah buat bungkus kiriman buku. Apalagi? Udah itu doang!

Si Ayah juga ngintip beberapa situs kreativitas anak-anak buat ide bikin topi.
“Mau bikin topi apa sih?” Aku penasaran juga.
“Gak tau. Lihat aja besok.”
Waduh! Pasrah bener?
Sebelum mulai, aku cuma bisa bilang, “Yang bagus ya, Yah!”
“Ya…”
Berhubung Si Bungsu lagi ga fit, jadi ya lemes-lemes gimana gitu lah. Kayak apa kreasi Si Ayah the graphic designer? Beda sendiri dari SEMUA peserta deh! Untung Si Bungsu mau aja didandani hehehe…
Juara gak ya? Tunggu pengumumannya tgl 2 Februari 2010 pas ulang tahun Yayasan Sang Timur.
Foto lengkapnya bisa dilihat di sini.

Tags: Sekolah, Si Ayah, Si Bungsu
Posted in Membuat Topi Natal bersama Ayah
To Infinity and Beyond… Vol. II (eps. Kembali Waras, Kembali Cerdas)
January 5th, 2010 Posted 4:52 am
Tags: Bandung, Buku My Life is An Open Book, Cinta, Doa, Harapan, Kasih, Keluarga, Luka Batin, Perjalanan, Si Ayah, Si Ibu, the De.N.eL.s, To Infinity and Beyond
Posted in To Infinity and Beyond
To Infinity and Beyond… Vol. II (eps. Jahat, Bodoh, Primitif)
January 4th, 2010 Posted 9:16 pm
Tags: Bandung, Buku My Life is An Open Book, Cinta, Doa, Harapan, Kasih, Keluarga, Luka Batin, Perjalanan, Si Ayah, Si Ibu, the De.N.eL.s, To Infinity and Beyond
Posted in To Infinity and Beyond, To Infinity and Beyond… Vol. II (eps. Jahat-Bodoh-Primitif)
Natal, Selalu Istimewa
November 30th, 2009 Posted 11:14 pm
Tags: Doa, Gereja, Harapan, Kasih, Keluarga, Natal, Si Ayah, Si Bungsu, Si Ibu, Si Sulung, the De.N.eL.s
Posted in Natal Selalu Istimewa
Doa Ulang Tahun Buat Ayah
November 10th, 2009 Posted 12:25 am
Mungkin dia bukan Suami yang baik
Dia tidak romantis dan tidak pernah merayu
Dia lebih penuh perhatian pada urusan kantor
Dia bisa menunda kepentingan keluarga di atas kepentingan kantor
Mungkin dia bukan Ayah yang baik
Dia tidak peka dan tidak penuh perhatian
Dia bukan sosok panutan yang baik
Dia lebih suka lembur daripada libur
Diam-diam, kami selalu berdoa
Agar Ayah bisa jadi sahabat kami
Yang lucu dan konyol
Tempat bercerita dan belajar
Tuhan,
Kembalikan Ayah yang dulu agar bisa jadi sahabat kami
Amin.
Selamat Ulang Tahun, Ayah!
Peluk-cium dari Ibu, Yla dan Vyel
10.11.09 | 12.01am
Tags: Doa, Puisi, Si Ayah, Syukur, the De.N.eL.s, Ulang Tahun
Posted in Doa Ulang Tahun Buat Ayah
Hadiah Jujur dari Anak-anak
November 2nd, 2009 Posted 9:15 am
Kartu-kartu ini diberikan pada kami kemarin pagi setelah sarapan.
“Ayah sama Ibu merem dulu!” Begitu teriak Si Sulung dan Si Bungsu sambil kembali ke meja makan.
“Sekarang buka matanya. Surprise!!” Keduanya mengacungkan gambarnya masing-masing.
“Happy anniversary, Ibu!” kata mereka sambil mendekap erat dan mendaratkan ciuman di pipiku.
“Happy anniversary, Ayah!” kata mereka juga sambil mendekap erat dan mendaratkan ciuman di pipi Si Ayah.
Tags: Si Ayah, Si Bungsu, Si Ibu, Si Sulung, the De.N.eL.s, To Infinity and Beyond
Posted in Hadiah Jujur dari Anak-anak
Hari Ini, Tujuh Tahun Lalu
November 1st, 2009 Posted 4:00 pm
Hari ini, Tujuh Tahun Lalu, Jumat Pertama, 1 November 2002 jam 16.00
Berawal dari strangers in the night, dua anak manusia antah berantah yang keranjingan minum kopi malam-malam ditemani rokok dan pembicaraan tak putus. Diyakinkan lewat “Celestine Prophecy” yang dimiliki masing-masing. Banyaknya kesamaan minat dan selera jadi terlalu tipikal untuk dibahas di sini. Malam itu, di sebuah kedai kopi di kawasan Senayan yang sekarang sudah tidak ada lagi, lilin di meja hanya bisa menari mengiringi obrolan, diskusi dan lelucon yang banjir dari dua anak manusia itu. Sang pemudi menyanyikan lagu ini dan diiyakan oleh Sang Pemuda.
Strangers in the night exchanging glances
Wond’ring in the night
What were the chances we’d be sharing love
Before the night was through
Tags: Si Ayah, Si Ibu, To Infinity and Beyond
Posted in Hari Ini Tujuh Tahun Lalu
Aku Marah di Hadapan Altar-Nya
October 19th, 2009 Posted 9:27 am
Tags: Doa, Gereja, Harapan, Kasih, Keluarga, Luka Batin, Maaf, Si Ayah, Syukur
Posted in Aku Marah di Hadapan Altar-Nya
Dari Ibu Rumah Tangga Jadi Pembantu
September 29th, 2009 Posted 1:29 am
Tags: Keluarga, Prihatin, Si Ayah
Posted in Dari Ibu Rumah Tangga Jadi Pembantu
Minta Map, Bukan Amplop
September 16th, 2009 Posted 1:11 pm
Tadi malam Si Ayah baru aja pulang dari Palembang. Sudah sebulan ini seminggu sekali ke sana mengurus event triatlon internasional yang digelar kantornya.
Kemarin, press conference lokal digelar di Gubernuran. Satu set press release dalam map sudah disiapkan. Seorang teman kantor Si Ayah yang perempuan bertugas menjaga buku tamu dan map itu.
Para sekuriti Gubernuran yang berpakaian safari mendekat ke arah meja. “Mbak, mapnya masih ada?”
“Masih,” kata si teman kantor sambil menyerahkan map kepada sekitar 5 orang sekuriti itu.
Tidak lama berselang, kelima map itu bergeletakan dengan pasrah di meja lain. Si teman kantor ini memungutinya lagi. Kemudian si teman kantor ini lapor pada Si Ayah, “Mas, tadi beberapa sekuriti minta mapnya, ya aku kasih. Dipikir ada amplopnya kali ya, jadi digeletakin aja lagi.”
“Emang amplopnya kamu simpen?”
“Ya iya lah, kan dia minta map, bukan amplop.”
Tags: Senyum, Si Ayah
Posted in Minta Map Bukan Amplop
Adventurous Holiday
July 8th, 2009 Posted 12:01 am
Kamis, 2 Juli 2009 pagi, tujuan Ciputih, Ujung Kulon, waktu keberangkatan jam 8 pagi (mulur dari rencana berangkat subuh), perkiraan waktu perjalanan 6 jam naik Si Putih. Dari Bekasi, potong jalan langsung ke BSD terus ke Tangerang. Keluar di pintu tol Serang Barat, lewat Menes. Si Sulung dan Si Bungsu semangat sekali sejak seminggu lalu. Segala peralatan main pasir sudah disiapkan. Sampai di Panimbang, mulai terlihat pasir pantainya yang putih. Rasa lelah dan bete yang sempat hinggap mulai terobati. Wah udah deket nih. Tapi mana? Kok belum sampai juga? Ternyata dari Panimbang masih dua jam lagi. Melewati jalan berbukit naik-turun yang tidak mulus. Untuk ukuran sedan masih bisa lewat lah.
Tags: Perjalanan, Purbalingga, Si Ayah, Si Bungsu, Si Ibu, Si Putih, Si Sulung, the De.N.eL.s
Posted in Adventurous Holiday
Kenapa Aku Sipit, Bu?
June 19th, 2009 Posted 6:12 pm
Anak-anak, sering kali pemikirannya membuat kita takjub. Pertanyaannya membuat kita bingung harus menjawab apa. Begitu pertanyaan terlontar dari mulut mungilnya, kita serasa disengat lebah. Kaget, heran, tak bisa berpikir cepat.
“Kenapa aku sipit, Bu?” Kudengar sayup-sayup suara Si Sulung dari kamar. Kupikir dia sedang asyik nonton video Pentas Seni kemarin.
“Yla ngomong sama Ibu, Nak?” Aku yang di depan komputer menghampiri ke kamar.
“Iya. Kenapa mataku sipit, Bu?”
???
Hang.
Bingung.
…
Gak cukup kata menggambarkan perasaanku saat itu. Berpikir-pikir bagaimana menjelaskannya ya? Mati aku!
Tags: Emak, Oey Keng Siong, Si Ayah, Si Ibu, Si Sulung
Posted in Kenapa Aku Sipit Bu?
Kemping Ulang Tahun Ibu
March 9th, 2009 Posted 10:02 pm
“Unity in Diversity” bersama Bp. Uskup
Orang Muda Katolik Sarimawartoba
(Sumbersari, Margahayu, Waringin, Moh. Toha, Buah Batu)
Ranca Upas, Ciwidey, Bandung
7-9 Maret 2009
Tambah Usia – KLA Project – Klasik
Bertambah satu usiamu
Oh semoga penuh warna
Semakin indah hatimu
Berikan cinta tuk semuaKau telah tercipta
Sebagai insan istimewa
Tumbuh dalam jiwa
Terus bahagia dan raih citaSyukur tuk Yang Kuasa
Atas beragam anugerah
Kusertakan doa
Panjang umur kasih berlimpahIkuti hidup yang mengalir
Dan reguklah hingga akhir
Karena dunia terus berubah
Jangan kau terlena dan goyah(Tambah Usia, KLa Project)
Setahun lalu pada ulang tahunku, Tuhan berkenan memberi kesempatan aku mempublikasikan buku “My Life is An Open Book” yang saat itu berupa e-book dan kubagi gratis. Ulang tahunku kali ini, Tuhan berkenan memberi kesempatan aku untuk menikmati indahnya hutan dan gunung bersama orang-orang terkasih dan teman-teman. Di tengah 400 orang peserta dan panitia dari 5 paroki sekeuskupan Bandung: Sumbersari, Margahayu, Waringin, Moh. Toha dan Buah Batu. Termasuk Bp. Uskup Bandung Mgr. Pujasumarta, Fr. Haryanto dan Pastor Wahyu. Di udara yang dingin menggigit, di ketinggian sekitar 2000m, menikmati bintang yang bersinar pada jam 5 pagi dan kabut tebal yang masih ada hingga jam 6.30.
Sabtu dini hari 7 Maret 2009, aku meluncur ke Bandung bersama Si Ayah, Si Bungsu dan Si Sulung. Pagi itu aku ada janji bertemu dengan Ibu Pud di kediaman Mgr. Puja untuk merayakan Ekaristi harian. Ibu Pud adalah seorang pembacaku yang hidupnya dramatis, akan kuceritakan lain kali. Singkatnya, Ibu Pud demikian terinspirasinya sampai hidupnya yang mati suri selama sekitar 2 tahun kini kembali “hidup”.
Tags: Perjalanan, Si Ayah, Si Bungsu, Si Ibu, Si Putih, Si Sulung, the De.N.eL.s, Ulang Tahun
Posted in Kemping Ulang Tahun Ibu
What Gregorius Danny Koestijo Means
November 22nd, 2008 Posted 9:35 am
You are deeply philosophical and thoughtful. You tend to analyze every aspect of your life.
You are intuitive, brilliant, and quite introverted. You value your time alone.
Often times, you are grumpy with other people. You don’t appreciate them trying to interfere in your affairs.
You are wild, crazy, and a huge rebel. You’re always up to something.
You have a ton of energy, and most people can’t handle you. You’re very intense.
You definitely are a handful, and you’re likely to get in trouble. But your kind of trouble is a lot of fun.
Tags: Si Ayah
Posted in Names Hidden Meaning
Fairytale Marriage
May 5th, 2007 Posted 12:41 am
Aku menikah dengan modal nekat. Kawin lari! Apa yang lebih buruk dari itu? Bahkan pada misa pemberkatan nikah, tidak ada keluargaku yang hadir. Makanya aku lebih memilih All Saint’s Day untuk hari pernikahanku. Biarlah pernikahan itu dihadiri oleh para kudus ketimbang keluargaku. Untung ada tanteku yang rela menjadi saksi pernikahanku. Merasakan mewahnya resepsi pernikahan is beyoo…nd my imagination!
Awalnya tidak mudah memang. Ngontrak rumah yang sangat kecil (buat orang2 malah lebih mirip paviliun). Berpindah2 ke sana-sini. Dalam 4 tahun bisa pindah rumah 6 kali! Luar biasa! Boyongan kardus. Kami jadi semakin ahli packing barang2. Naik motor pinjaman yang sewaktu-waktu bisa diambil pemiliknya.
Time flies.
Suamiku bukan orang yang penuh rencana. Dia lebih suka mengalir apa adanya. Aku lebih suka menantang resiko. Mungkin itu yang membuat kami cocok. Penuh petualangan!
Semua terjadi di luar rencana. Nyicil motor (yang akhirnya dijual karena nyicil rumah!), punya AC (bahkan AC yang satunya jatuh dari langit!), bahkan punya mobil walopun jauh dari kenyamanan sedan yang penting bisa jalan dan ga rewel (yang juga jatuh dari langit!).
Semua berkat kebaikan Tuhan melalui tangan2 yang dermawan, terutama sosok Santa Clause yang menjelma pada diri seseorang.
Bersyukur, berdoa dan percaya. Itu yang selalu kami lakukan.
Terima kasih Bapa karena telah mengutus PutraMu.
Terima kasih Yesus karena telah mengajarkan kami hal yang luar biasa.
Terima kasih Roh Kudus karena selalu menghibur kami.
Terima kasih Bunda Maria karena selalu mendoakan kami.
“Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan
berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”
Tags: Si Ayah, Si Ibu
Posted in Fairytale Marriage
To Infinity and Beyond…
November 1st, 2002 Posted 4:00 pm
Tags: Si Ayah, Si Ibu, To Infinity and Beyond
Posted in To Infinity and Beyond









