Posts Tagged ‘Si Ibu’

Drama Lain dari Sebuah Kompetisi

16 Comments »

April 14th, 2010 Posted 11:43 am

Jakarta Junior Robotics Competition 2010
Robotics Education Center (REC)

Setelah latihan keras selama dua bulan dan super intensif selama dua minggu, akhirnya tiba juga waktunya. Ajang kompetisi terbesar yang pernah diikuti Si Sulung dan Si Bungsu, apalagi cakupannya nasional (ada peserta dari Pekanbaru juga lho!). Sejak anak-anak menjadi outschooler (terdaftar di sekolah konvensional tapi mengikuti program homeschooling), ajang ini menjadi sangat penting. Ini akan masuk ke “rapor” berbentuk jurnal mereka. Deg-degan, pasrah, gugup, panik, semua jadi satu.

Gavryel Griffin Denel dengan nomor peserta 67 terdaftar dalam kategori Mozaic 1D (usia 4-5 tahun) bersaing dengan 16 peserta.

Mikayla Karissa Denel dengan nomor peserta 120 terdaftar dalam kategori Mozaic 3D (usia 6-7 tahun) bersaing dengan 23 peserta.

Ada lagi kategori juara favorit berdasarkan polling SMS yang dikirimkan dengan hadiah ponsel.

(more…)

Dua, Dua, Tiga, Satu

No Comments »

March 24th, 2010 Posted 12:15 pm

Sebetulnya saya berhutang cerita ini pada Fonny empat hari. Maaf ya, Fon Dua tahun. Kalau manusia, umur dua tahun itu lagi cerewet-cerewetnya karena baru lancar ngomong bahkan baru bisa jika sedikit terlambat seperti Si Sulung. Ulang tahun pertama memang tidak dirayakan karena tulisannya juga tidak terlalu banyak apalagi penghuninya. Belum apa-apa. Belum layak dirayakan. Ulang [...]

Untaian Warna-warni di 33

No Comments »

March 17th, 2010 Posted 5:23 pm

Sangat banyak hadiah dan doa yang kuterima. Rasanya kok egois kalau disimpan sendiri ya? Ini sebagian dari lebih 600 ucapan dan doa yang menarik untuk dibagi. Ada yang lucu, ada yang puitis, ada gambar. Silakan menginterpretasikan sesuai keyakinan masing-masing Yang “Salah Pencet” Nining Sayekti Pribadiningtyas met ultah yg ke 17 ya….be happy sis… Nurul Sholeha Happy [...]

Angka Tiga Itu Ada Dua

No Comments »

March 15th, 2010 Posted 4:52 pm

Ketika aku menulis ini, virus flu masih setia menemani. Semoga teman-temin tidak tertular Ini sudah H+7 kalau mau memakai istilah acara seremonial macam mudik Lebaran. Sejak tgl 8 Maret jam 02.30 tengah malam buta, aku sudah sibuk membalasi segudang ucapan dan doa untukku. Detik ini, aku masih juga membalasi arus ucapan dan doa darimu [...]

To Infinity and Beyond… Vol. II (eps. Kembali Waras, Kembali Cerdas)

No Comments »

January 5th, 2010 Posted 4:52 am

(lanjutan dari To Infinity and Beyond… Vol. II (eps. Jahat, Bodoh, Primitif)) Kembali Waras, Kembali Cerdas “I’ll be home for Christmas” itu harus dibuat monumentalnya. Tahap pertama, “nodong” Romo Pakdhe – seorang sahabat baikku – untuk Sakramen Tobat. Urusan mengakui dosa campur curhat itu membuatnya terkaget-kaget. Setidaknya, beberapa kali ia menunjukkan ekspresi terperangah dan geleng-geleng tak habis [...]

To Infinity and Beyond… Vol. II (eps. Jahat, Bodoh, Primitif)

No Comments »

January 4th, 2010 Posted 9:16 pm

Tuhan bekerja dengan berbagai macam cara, termasuk cara yang jauh di luar akal sehat kita. Dengan penuh keyakinan aku mengatakan, “Seandainya aku tidak mengalami segala kejahatan dan kebodohan ini, belum tentu segala yang indah ini kurasakan hari ini. Rasanya seperti melewati lubang jarum!” Perkawinan, tentu saja tidak semudah dan seindah prosesi janji perkawinan yang diadakan pada [...]

Natal, Selalu Istimewa

No Comments »

November 30th, 2009 Posted 11:14 pm

Dimuat di Kuasa Doa Vol. 4, No. 10, Desember 2009 Natal, selalu menjadi hal sentimentil buatku. Natal pertamaku tahun 2002 Singkat cerita, saat itu aku baru saja dibaptis. Pengantin baru yang memiliki janin berusia tiga bulan di rahimku. Dengan kondisi mual-dan-muntah-selalu, tidak mungkin aku merasakan Misa Malam Natal. Sejak dulu memang aku suka sekali dengan suasana Natal yang [...]

Merangkai Bunga bersama Ibu

1 Comment »

November 14th, 2009 Posted 6:52 pm

Hari Ibu di TKK Sang Timur dirayakan jauh lebih cepat jadi Sabtu, 14 November 2009. Anak dan Ibu bekerja sama membuat rangkaian bunga.

“Ayo kita merangkai bunga, Bu!” Kata Si Bungsu. Waduh! Seumur-umur aku paling ga bisa disuruh merangkai bunga! Merangkai kata-kata aja deh lebih pasti.
Hm… gimana ya?

Untung aja! Kan kemarin Si Ayah baru ulang tahun. Lumayan ada bekas pot bunga plus oasisnya. Eh, masih ada juga bunga yang masih lumayan segar.

Dipakai aja deh… Daur ulang…
Pokoknya asal tancep. Anaknya kerja, ibunya ngerecokin hehehehe…

Udah gak pede banget rangkaiannya yang paling antik karena bunganya ga segar lagi. Yang lain kan pakai mawar dan daisy yang jauh lebih cantik dan warna-warni.

Ternyata..
Juara II! Horee…!! Itu juga udah bagus, kan daur ulang dari rangkaian bunga sebelumnya hehehe…

Akhirnya punya piala juga di rumah. Seumur-umur, gak ada yang pernah punya piala nih, termasuk Ayah-Ibunya.

Karena menang, bunganya taruh di Kapel Sekolah aja, hadiah buat Yesus yang udah bantuin kita jadi juara.

Terima kasih, Tuhan…

Foto lengkapnya bisa dilihat di sini.

Bersambung ke Membuat Topi Natal bersama Ayah

Hadiah Jujur dari Anak-anak

11 Comments »

November 2nd, 2009 Posted 9:15 am

Kartu-kartu ini diberikan pada kami kemarin pagi setelah sarapan.

“Ayah sama Ibu merem dulu!” Begitu teriak Si Sulung dan Si Bungsu sambil kembali ke meja makan.
“Sekarang buka matanya. Surprise!!” Keduanya mengacungkan gambarnya masing-masing.
Happy anniversary, Ibu!” kata mereka sambil mendekap erat dan mendaratkan ciuman di pipiku.
Happy anniversary, Ayah!” kata mereka juga sambil mendekap erat dan mendaratkan ciuman di pipi Si Ayah.

(more…)

Hari Ini, Tujuh Tahun Lalu

13 Comments »

November 1st, 2009 Posted 4:00 pm

Hari ini, Tujuh Tahun Lalu, Jumat Pertama, 1 November 2002 jam 16.00

Berawal dari strangers in the night, dua anak manusia antah berantah yang keranjingan minum kopi malam-malam ditemani rokok dan pembicaraan tak putus. Diyakinkan lewat “Celestine Prophecy” yang dimiliki masing-masing. Banyaknya kesamaan minat dan selera jadi terlalu tipikal untuk dibahas di sini. Malam itu, di sebuah kedai kopi di kawasan Senayan yang sekarang sudah tidak ada lagi, lilin di meja hanya bisa menari mengiringi obrolan, diskusi dan lelucon yang banjir dari dua anak manusia itu. Sang pemudi menyanyikan lagu ini dan diiyakan oleh Sang Pemuda.

Strangers in the night exchanging glances
Wond’ring in the night
What were the chances we’d be sharing love
Before the night was through

(more…)

Kembangnya Kembang Api

6 Comments »

September 18th, 2009 Posted 12:01 am

Siang itu, perjalanan pulang jemput anak-anak dari sekolah. Si Sulung cerita, “Bu, aku punya mainan baru nih. Vyel mau main gak?”
“Mainnya gimana, La?” Aku bertanya.
“Ayo, Kak. Ajarin. Kita main!” Si Bungsu dengan kehebohan seperti biasa.
“Gini…” Lalu Si Sulung menjelaskan caranya. Si Sulung memang lemah dalam menjelaskan sesuatu. Dengan sedikit ngerti gak ngerti, ya dianggap saja ngerti.
“Oke, sekarang kita main ya, Yel?”
“Ayo!”

Permainannya disebut Cici Putri. Si Sulung mulai bernyanyi,

Ci ci putri
Putrinya agung-agung
Cililit cilemung
Si Vyel minta kembang apa?

Si Bungsu dengan gegap gempita langsung berteriak, “Kembang api!” Si Sulung tadinya marah, “Kok kembang api?” Karena aku tak berhasil menahan tawa, meledak juga akhirnya. Huahuahua…!!! Si Bungsu sempat bingung. Ibu ketawa kenapa? Aku salahkah?

“Vyel, maksudnya Kakak itu kembang, bunga. Misalnya kembang sepatu, kembang melati, kembang mawar, gitu…” Sulit mau berhenti ketawa.
“Emang kembang api bukan kembang juga??”

Hehehe…

Duh, Lama Banget Sih!

5 Comments »

September 17th, 2009 Posted 12:01 am

Seperti biasa, sesekali sepulang menjemput anak-anak di sekolah kami sering mampir ke sebuah hypermarket dekat situ. Beli susu, beli biskuit, apa aja yang bukan masuk belanja bulanan.

Selesai putar sana-sini, ambil ini-itu, perut juga mulai keroncongan, waktunya bayar dan pulang! Hari biasa jam 10 begitu hypermarket manapun cenderung sepi. Jadi daripada antri, mending pilih kasir yang kosong. Ternyata gak ada. Semua kasir ada yang bayar biarpun cuma 1 orang.

Okelah, akhirnya cap-cip-cup pilih sebuah kasir yang ada pembelinya seorang ibu kira-kira berusia akhir 40 tahunan. Tidak terlalu tua sebetulnya. Aku mendorong troli untuk antri di situ. Setiap kali antri, aku selalu ngobrol dengan anak-anak, bercanda apa saja biar gak bete. Tapi kok kali ini lama ya? Kulihat belanjaan ibu itu juga gak banyak. Aku mulai nguping pembicaraan si ibu dengan mbak kasir. Wah ngobrol! Aduuhh… masa harus pindah? Males banget…

Akhirnya aku pasang tampang “antri”. Tau kan, wajah orang yang antri? Sedikit tidak bersahabat gitu? Mbak kasir melihat ekspresi mukaku mulai gak enak. Sesekali melirik ke aku. Si Bungsu duduk di atas troli, Si Sulung berdiri di belakang troli.

Aku dengar ibu itu ngobrol seputar kartu kreditnya, ini pertama kalinya pakai kartu kredit. Ooohh… noo…!! Ngapain juga dia cerita urusan kartu kredit sama mbak kasir? Rumpinya di arisan aja, Bu!

Seperti mengerti isi kepalaku, Si Bungsu yang mulutnya memang tanpa rem (Ibunya banget sih!) mulai ngomel, “Duh, lama banget sih!” Kontan ibu yang asik ngoceh itu nengok mencari sumber suara. Dengan warna suara begitu, tersangkanya hanya Si Bungsu. Lalu dia memandang dengan tatapan yang tidak bersahabat. Kupandang juga ibu itu dengan tatapan yang lebih tidak bersahabat. Dalam hati, “Mau ngomelin anak saya, bu? Silakan kalo ga malu sama umur!” Ternyata niat tinggal niat. Ibu itu langsung kabur! Begitu tiba giliran bayar, mbak kasir bilang, “Maaf lama, Bu…”

“Gak apa-apa, Mbak. Anak saya memang jujur kok!”

Mental Pendidikan Plagiat

2 Comments »

August 6th, 2009 Posted 7:54 pm

Karena sudah Surat Permohonan Maaf yang layak dimuat di http://lensadarbi.blogspot.com/2009/08/surat-untuk-ibu-g-lini-hanafiah_15.html, maka atrikel ini saya edit.

Siang tadi, iseng-iseng aku buka www.copyscape.com. Sebuah layanan situs yang bisa mendeteksi apakah blog kita dikopi orang. Biasanya, hasil yang keluar ya dari blogku juga atau dari www.yuknulis.com, blog yang aku bangun untuk mewadahi teman-teman penulis pemula. Begitu keluar hasilnya dari blog lain, aku pikir memang “dipinjam”, karena aku sering mengalami begitu. Isi di-copy paste. Utuh, tidak kurang tidak lebih. Biasanya, setelah aku beri komentar, mereka minta ijin baik-baik. Lagipula, mereka tidak membubuhkan nama mereka seolah-olah itu adalah karya mereka.

Tapi ini berbeda. Judul aslinya “Aku Tidak Bodoh, Ma” diganti dengan “Hari Anak Nasional 2009″, gambar Si Sulung dan Si Bungsu diganti dengan clipart seorang gadis kecil berjilbab, lalu diberi nama penulisnya “Adie Adrie“. Seketika kepalaku terasa panas, badan gemetar menahan emosi. Kenapa begini?

(more…)

Aku Tidak Bodoh, Ma

No Comments »

July 23rd, 2009 Posted 8:32 am

Hari Anak Nasional 2009

IMG_0893-crop-webHari ini pestanya anak-anak Indonesia. Apakah mereka sungguh bisa menjadi diri sendiri? Aku tidak yakin. Banyak anak-anak yang tidak bisa jadi dirinya sendiri. Sadarkah bahwa tuntutan lingkungan terutama orang tua menyiksa mereka?

Kemarin, tetangga sebelahku – yang memang selalu berteriak – bicara di telepon. Agak sulit untuk tidak menguping apapun yang dikatakan ibu itu, suaranya terdengar ke mana-mana. Apalagi aku sambil jemur baju di teras, percakapan sebelah pihak itu jelas betul terdengarnya.


“Ya, Bu. Biarin aja! Pokoknya anak saya jangan boleh pulang kalau belum bisa baca soalnya. Kemarin nilainya B, Papanya marah banget. Nilainya jelek!” Anak yang dibicarakan itu usianya sebaya dengan Si Sulung, harusnya juga kelas 1 SD. Bertetangga sebelahan dengan ibu itu membuatku stress dengan teriakannya sepanjang waktu, jadi ya sudahlah gak usah berakrab ria. Makanya aku gak tau anak itu sekolah di mana.

(more…)

Adventurous Holiday

No Comments »

July 8th, 2009 Posted 12:01 am

Kamis, 2 Juli 2009 pagi, tujuan Ciputih, Ujung Kulon, waktu keberangkatan jam 8 pagi (mulur dari rencana berangkat subuh), perkiraan waktu perjalanan 6 jam naik Si Putih. Dari Bekasi, potong jalan langsung ke BSD terus ke Tangerang. Keluar di pintu tol Serang Barat, lewat Menes. Si Sulung dan Si Bungsu semangat sekali sejak seminggu lalu. Segala peralatan main pasir sudah disiapkan. Sampai di Panimbang, mulai terlihat pasir pantainya yang putih. Rasa lelah dan bete yang sempat hinggap mulai terobati. Wah udah deket nih. Tapi mana? Kok belum sampai juga? Ternyata dari Panimbang masih dua jam lagi. Melewati jalan berbukit naik-turun yang tidak mulus. Untuk ukuran sedan masih bisa lewat lah.

(more…)

Becak Panggilan

No Comments »

June 23rd, 2009 Posted 5:50 pm

Tadi sore aku antar Si Sulung les bahasa Inggris di ruko depan. Si Putih lagi dibawa Si Ayah ke distributor bersama 700exp buku. Jadilah kita – aku, Si Sulung dan Si Bungsu – naik becak. Tentu saja mereka gegap gempita. Biasanya SI Sulung kutinggal lalu kujemput. Dengan ongkos 7.000 sekali jalan, kalau aku pulang dulu bisa ngabisin 28.000 dong. Jadilah aku nunggu di sana.Pas pulang, udah siap-siap mikir mau naik becak dari mana nih? Eh, tumben-tumbenan ada becak mangkal. Biasanya gak tentu, kadang ada, kadang gak. Tergantung mood para penarik becaknya kali?

(more…)

Kenapa Aku Sipit, Bu?

No Comments »

June 19th, 2009 Posted 6:12 pm

Anak-anak, sering kali pemikirannya membuat kita takjub. Pertanyaannya membuat kita bingung harus menjawab apa. Begitu pertanyaan terlontar dari mulut mungilnya, kita serasa disengat lebah. Kaget, heran, tak bisa berpikir cepat.

“Kenapa aku sipit, Bu?” Kudengar sayup-sayup suara Si Sulung dari kamar. Kupikir dia sedang asyik nonton video Pentas Seni kemarin.
“Yla ngomong sama Ibu, Nak?” Aku yang di depan komputer menghampiri ke kamar.
“Iya. Kenapa mataku sipit, Bu?”
???
Hang.
Bingung.

Gak cukup kata menggambarkan perasaanku saat itu. Berpikir-pikir bagaimana menjelaskannya ya? Mati aku!

(more…)