Posts Tagged ‘Si Ibu’

Becak Panggilan

No Comments »

June 23rd, 2009 Posted 5:50 pm

Tadi sore aku antar Si Sulung les bahasa Inggris di ruko depan. Si Putih lagi dibawa Si Ayah ke distributor bersama 700exp buku. Jadilah kita – aku, Si Sulung dan Si Bungsu – naik becak. Tentu saja mereka gegap gempita. Biasanya SI Sulung kutinggal lalu kujemput. Dengan ongkos 7.000 sekali jalan, kalau aku pulang dulu bisa ngabisin 28.000 dong. Jadilah aku nunggu di sana.Pas pulang, udah siap-siap mikir mau naik becak dari mana nih? Eh, tumben-tumbenan ada becak mangkal. Biasanya gak tentu, kadang ada, kadang gak. Tergantung mood para penarik becaknya kali?

(more…)

Kenapa Aku Sipit, Bu?

No Comments »

June 19th, 2009 Posted 6:12 pm

Anak-anak, sering kali pemikirannya membuat kita takjub. Pertanyaannya membuat kita bingung harus menjawab apa. Begitu pertanyaan terlontar dari mulut mungilnya, kita serasa disengat lebah. Kaget, heran, tak bisa berpikir cepat.

“Kenapa aku sipit, Bu?” Kudengar sayup-sayup suara Si Sulung dari kamar. Kupikir dia sedang asyik nonton video Pentas Seni kemarin.
“Yla ngomong sama Ibu, Nak?” Aku yang di depan komputer menghampiri ke kamar.
“Iya. Kenapa mataku sipit, Bu?”
???
Hang.
Bingung.

Gak cukup kata menggambarkan perasaanku saat itu. Berpikir-pikir bagaimana menjelaskannya ya? Mati aku!

(more…)

Kemping Ulang Tahun Ibu

No Comments »

March 9th, 2009 Posted 10:02 pm

makan

“Unity in Diversity” bersama Bp. Uskup
Orang Muda Katolik Sarimawartoba
(Sumbersari, Margahayu, Waringin, Moh. Toha, Buah Batu)
Ranca Upas, Ciwidey, Bandung
7-9 Maret 2009

Tambah Usia – KLA Project – Klasik

Bertambah satu usiamu
Oh semoga penuh warna
Semakin indah hatimu
Berikan cinta tuk semua

Kau telah tercipta
Sebagai insan istimewa
Tumbuh dalam jiwa
Terus bahagia dan raih cita

Syukur tuk Yang Kuasa
Atas beragam anugerah
Kusertakan doa
Panjang umur kasih berlimpah

Ikuti hidup yang mengalir
Dan reguklah hingga akhir
Karena dunia terus berubah
Jangan kau terlena dan goyah

(Tambah Usia, KLa Project)

Setahun lalu pada ulang tahunku, Tuhan berkenan memberi kesempatan aku mempublikasikan buku “My Life is An Open Book” yang saat itu berupa e-book dan kubagi gratis. Ulang tahunku kali ini, Tuhan berkenan memberi kesempatan aku untuk menikmati indahnya hutan dan gunung bersama orang-orang terkasih dan teman-teman. Di tengah 400 orang peserta dan panitia dari 5 paroki sekeuskupan Bandung: Sumbersari, Margahayu, Waringin, Moh. Toha dan Buah Batu. Termasuk Bp. Uskup Bandung Mgr. Pujasumarta, Fr. Haryanto dan Pastor Wahyu. Di udara yang dingin menggigit, di ketinggian sekitar 2000m, menikmati bintang yang bersinar pada jam 5 pagi dan kabut tebal yang masih ada hingga jam 6.30.

Sabtu dini hari 7 Maret 2009, aku meluncur ke Bandung bersama Si Ayah, Si Bungsu dan Si Sulung. Pagi itu aku ada janji bertemu dengan Ibu Pud di kediaman Mgr. Puja untuk merayakan Ekaristi harian. Ibu Pud adalah seorang pembacaku yang hidupnya dramatis, akan kuceritakan lain kali. Singkatnya, Ibu Pud demikian terinspirasinya sampai hidupnya yang mati suri selama sekitar 2 tahun kini kembali “hidup”.

(more…)

What Genevieve Lini Hanafiah Means

No Comments »

November 22nd, 2008 Posted 12:29 pm

You are deeply philosophical and thoughtful. You tend to analyze every aspect of your life.
You are intuitive, brilliant, and quite introverted. You value your time alone.
Often times, you are grumpy with other people. You don’t appreciate them trying to interfere in your affairs.

You are friendly, charming, and warm. You get along with almost everyone.
You work hard not to rock the boat. Your easy going attitude brings people together.
At times, you can be a little flaky and irresponsible. But for the important things, you pull it together.

(more…)

Tags:
Posted in Names Hidden Meaning

6th Anniversary

No Comments »

November 1st, 2008 Posted 12:01 am

6th Anniversary

Tags:
Posted in 6th Anniversary

Fairytale Marriage

No Comments »

May 5th, 2007 Posted 12:41 am

Aku menikah dengan modal nekat. Kawin lari! Apa yang lebih buruk dari itu? Bahkan pada misa pemberkatan nikah, tidak ada keluargaku yang hadir. Makanya aku lebih memilih All Saint’s Day untuk hari pernikahanku. Biarlah pernikahan itu dihadiri oleh para kudus ketimbang keluargaku. Untung ada tanteku yang rela menjadi saksi pernikahanku. Merasakan mewahnya resepsi pernikahan is beyoo…nd my imagination!

Awalnya tidak mudah memang. Ngontrak rumah yang sangat kecil (buat orang2 malah lebih mirip paviliun). Berpindah2 ke sana-sini. Dalam 4 tahun bisa pindah rumah 6 kali! Luar biasa! Boyongan kardus. Kami jadi semakin ahli packing barang2. Naik motor pinjaman yang sewaktu-waktu bisa diambil pemiliknya.

Time flies.

Suamiku bukan orang yang penuh rencana. Dia lebih suka mengalir apa adanya. Aku lebih suka menantang resiko. Mungkin itu yang membuat kami cocok. Penuh petualangan!

Semua terjadi di luar rencana. Nyicil motor (yang akhirnya dijual karena nyicil rumah!), punya AC (bahkan AC yang satunya jatuh dari langit!), bahkan punya mobil walopun jauh dari kenyamanan sedan yang penting bisa jalan dan ga rewel (yang juga jatuh dari langit!).

Semua berkat kebaikan Tuhan melalui tangan2 yang dermawan, terutama sosok Santa Clause yang menjelma pada diri seseorang.

Bersyukur, berdoa dan percaya. Itu yang selalu kami lakukan.

Terima kasih Bapa karena telah mengutus PutraMu.
Terima kasih Yesus karena telah mengajarkan kami hal yang luar biasa.
Terima kasih Roh Kudus karena selalu menghibur kami.
Terima kasih Bunda Maria karena selalu mendoakan kami.

“Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan
berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”

Tags: ,
Posted in Fairytale Marriage

To Infinity and Beyond…

No Comments »

November 1st, 2002 Posted 4:00 pm

(more…)

Strangers in the Night

No Comments »

April 21st, 2001 Posted 11:51 am

2001
Jaman Ayah-Ibu lagi PDKT, pendekatan.
Katanya, resmi pacarannya juga gak jelas.
Tapi momen yang dianggap sudah resmi pacaran itu April 2001, sehari sesudah Ibu wisuda.
Tapi sejak beberapa saat sebelumnya, Ayah-Ibu sudah sering jalan bareng.
Sejak kencan pertama sampai menjelang nikah, Ayah-Ibu biasanya kencan ke cafe yang ada band Romantic Four-nya. Duh romantis banget ya!

Katanya, begitu denger lagu ini disambung sama ngopi larut malam di Dome Cafe di Ratu Plaza, Ayah-Ibu “sepakat” kalo lagu ini jadi lagu kebangsaannya. Apalagi dengan terungkapnya bahwa mereka sama-sama gila Celestine Prophecy, langsung deh “klik”.

Bener-bener strangers in the night. Sering ngopi malam-malam, ngebahasin hal yang bisa bikin orang lain “hang” karena gak nyambung.

Strangers In The Night – Barry Manilow

Strangers in the night exchanging glances
Wond’ring in the night
What were the chances we’d be sharing love
Before the night was through.
Something in your eyes was so inviting,
Something in you smile was so exciting,
Something in my heart,
Told me I must have you.

Strangers in the night, two lonely people
We were strangers in the night
Up to the moment
When we said our first hello.
Little did we know
Love was just a glance away,
A warm embracing dance away and
Ever since that night we’ve been together.
Lovers at first sight, in love forever.
It turned out so right,
For strangers in the night.

Love was just a glance away,
A warm embracing dance away and
Ever since that night we’ve been together.
Lovers at first sight, in love forever.
It turned out so right,
For strangers in the night.
For strangers in the night
For strangers in the night

Lyrics | Strangers In The Night lyrics